Menteri BUMN Erick Thohir sedang mempertimbangkan masa depan Perum yang mungkin akan bertransformasi menjadi PT sebelum pindah ke bawah payung Danantara Indonesia.
Erick menyebutkan bahwa pemulihan BUMN sedang berlangsung. Dari seluruh 47 badan usaha milik negara yang telah disatukan, 40 di antaranya diklaim sehat sementara 7 lainnya masih dalam proses restrukturisasi.
Namun sesuai dengan UU BUMN, dia menyoroti pentingnya penetapan status Perum tersebut, mengingat bahwa beberapa dari BUMN yang bakal beralih ke Danantara memiliki bentuk sebagai PT.
“Selain itu, kami juga tengah mengidentifikasi Perum dan PT, karena jika berbentuk PT sebagiannya akan dipindahkan ke Danantara, sementara untuk Perum memiliki status apa? Itulah yang saat ini sedang kami bahas,” terangnya ketika menjawab pertanyaan wartawan di kantor Kementerian BUMN, Rabu (12/3).
Erick enggan mengungkapkan detail tentang peninjauan ulang terkait status Perum itu. Ia hanya memberikan satu contoh yaitu rencana transformasi Perum Bulog yang bakal berada di bawah langsung kepresidenan.
“Perum berpotensi menjadi PT, terutama untuk sebagian Perum yang kami lihat tidak sepenuhnya merupakan korporasi, kita dapat mengadakan diskusi lebih lanjut tentang hal ini dengan kementerian lain,” ucapnya.
Sebaliknya, Erick mengonfirmasikan bahwa semua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dikelola oleh Danantara, meskipun terdapat tantangan dengan adanya Perum yang perlu menjalani proses tertentu sebelum dapat bertransformasi menjadi korporasi murni.
“Perum di dalam tanda kutip jika ingin berubah menjadi PT memerlukan proses, oleh karena itu saat ini kami masih mengkaji dan meninjau sektor-sektornya,” tandasnya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) dari Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, mengonfirmasikan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan bergabung dengan institusi manajer investasi tersebut paling lambat akhir Maret 2025. Proses pemindahan mereka saat ini sedang berjalan.
Dony menyatakan bahwa terdapat beberapa badan usaha milik negara (BUMN) dengan kerugian, misalnya di bidang konstruksi. Menurut pandangan beliau, situasi tidak baik pada BUMN dapat dituntaskan dengan lebih sederhana ketika telah berada dalam Danantara.
“Sesungguhnya tidak terlalu banyak pihak yang mengalami kerugian. Oh ya, sektor konstruksi pasti merugi, dan nanti kita akan melakukan restrukturisasi juga. Hal ini tentunya akan menjadi lebih mudah bersama Danantara,” ujar Dony saat berada di Istana Negara Jakarta, seperti dilaporkan pada Sabtu (8/3).
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.





