Faza Meonk, Sang Kreator Si Juki: Tantangan Seniman di Era Menurunnya Kebebasan Berkesenian

Faza Meonk, Sang Kreator Si Juki: Tantangan Seniman di Era Menurunnya Kebebasan Berkesenian

FAZA MEONK, pencipta tokoh terkenal tersebut


Si Juki


Masih menanti penjelasan dari sebuah Badan Usaha Milik Negara tentang masa depan proyek kerjasama yang mencakup pekerjaannya. Sebelumnya, hal ini diperkirakan akan mendukung ide tersebut.

ntellectuall Property

(IP) lokal ketika proyek sedang berlangsung, tiba-tiba perusahaan milik negara itu mengajukan permintaan.

Si Juki

Diganti oleh IP lain tanpa ada keterangan resmi.


Si Juki

Karakter yang diciptakan oleh Faza Meonk sering kali mengungkapkan kritikan lewat humornya yang sarat sindiran di berbagai karyanya. Baik itu dalam bentuk komik atau adaptasinya,

Si Juki

tidak segan menyentil kebijakan pemerintah, fenomena sosial, hingga isu-isu di masyarakat dengan gaya yang jenaka. Sikap kritis inilah yang diduga membuat pihak BUMN mempertimbangkan ulang kerja sama tersebut.

Ditemui

Tempo

Pada hari Jumat, tanggal 14 Maret 2025, di daerah Sabang, Jakarta Pusat, Faza menceritakan perkembangan proyeknya yang akhirnya diberhentikan tanpa pemberitahuan. Dia juga mengekspresikan ketidaknyamanannya karena merasa hal itu merupakan mundurnya dukungan untuk ekspresi seni. Untuk menyuarakan kekecewaaannya, Faza telah mengirim sebuah surat protes ke perusahaan milik negara tersebut; sampai saat ini dia belum mendapatkan jawaban apapun berkaitan dengan penghapusan karakter Si Juki dalam proyek mereka.


Bagaimana awalnya kolaborasi tersebut berjalan? Apa yang membuat penawaran itu diterima oleh Anda?

(Si Juki)

?

Proyek ini saat ini masih berjalan. Kami telah menjalin hubungan erat dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak awal. Dengan kementerian ekonomi kreatif terbaru, yaitu Kemenekraf, dorongan untuk melindungi kekayaan intelektual (KI) menjadi lebih signifikan.

(Intellectual Property)

Perusahaan lokal dapat berkolaborasi dengan BUMN. Menurut saya hal itu sangat positif.

Bisa jadi di masa lalu, kita cuma ditanya untuk berpresentasi di hadapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selanjutnya, BUMN tersebut bakal menentukan apakah mereka minat atau enggak. Namun pada zaman ini, prosesnya menjadi lebih kompleks.

take real action

Ya, itu hal yang positif karena tidak sekadar berupa presentasi, melainkan adanya dorongan langsung terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar harus bekerjasama. Saya rasa, ini adalah langkah baik dari pihak pemerintahan.


#Kerja sama Anda

(Si Juki)

Bagaimana hubungan dengan pemerintah hingga saat ini? Khususnya terkait proyek baru yang menurut pendapat Anda dibatalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya?

Oleh karena itu, proyek kolaboratif ini pertama kali dipacu dan disahkan secara langsung lantaran perusahaan BUMN tersebut berniat memanfaatkan momen Ramadhan. Sebab mendekati bulan puasa, proyek ini dijalankan dalam tempo yang singkat. Umumnya, jika saya membuat suatu projek ataupun bekerja sama, selalu ada kontrak sebelum kita mulai bekerja.

Namun, karena projek ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saya dan tim sangat menghargainya. Kami juga berkolaborasi dengan salah satu perusahaan penerbitan swasta, sehingga saya yakin akan adanya komitmen kerjasama tersebut. Walaupun kontraknya belum tiba, kami memulai pekerjaan demi menangkap niat baik yang terlihat dari awal.

Namun, proyek ini hadir di tengah deretan berita berat yang terus menghiasi Indonesia, hingga maraknya gerakan #IndonesiaGelap serta hal-hal serupa. Sejak awal, isi dari kontennya sendiri adalah sebagai fokus utama.

Si Juki

Tentu saja diciptakan untuk mengungkapkan keluhan pribadi, yang apabila pada akhirnya mencerminkan keadaan masyarakat dan orang-orang merasa diwakilkan, itu pun baik.

Dari dulu, konten

Si Juki

Selalu mengandung elemen penilaian, termasuk penilaian terhadap aspek sosial, evaluasi atas pemerintahan, serta refleksi tentang diri kita sebagai bagian dari masyarakat. Menariknya, mulai từ

Si Juki

Diciptakan pada tahun 2010. Sejak awal berkarier melalu

Si Juki

, saya merasa kritik yang kami sampaikan sebenarnya tidak terlalu keras, tapi mungkin lebih berani. Kalau keras saya pikir tidak, lebih ke sarkasme.

Kami telah berkolaborasi dengan pemerintahan mulai tahun 2013 sampai 2014. Ironisnya, meskipun posisi kami yang terbilang kuat dan aktif, pihak pemerintah senantiasa menyambut baik kontribusi kami. Namun hal tersebut bukanlah penghalang bagi kami untuk tetap produktif. Keadaannya bisa dibilang aneh; kurang sempurna namun mengundang perhatian. Siapa sangka ternyata pemerintah negara kita lebih dewasa dari yang diharapkankan. Bahkan mereka memberikan dukungan kepada kami serta membantu dalam penyelenggaraan pameran internasional, seperti yang dilakukan oleh Kemendikbud.

Sampai akhirnya, situasi di tengah proyek ini, saat kami sedang bekerja—meskipun kontraknya belum ada—kami tiba-tiba mendapat kabar bahwa proyek ini dibatalkan begitu saja. Saya mendapat kabar dari perantara kami, yaitu penerbit swasta tersebut. Kami tidak berhubungan langsung dengan perusahaan BUMN itu, jadi ada banyak perantara.

Mengingat kecepatan situasi tersebut, kita perlu mendapatkan dukungan untuk mencapai sasarannya.

launching

Dengan niat tulus, penerbit independen itu menginginkan mendapatkan IP dari perusahaan kita. Oleh karena itu, kami berikan IP alternatif, yang merupakan

top

IP juga diterapkan di perusahaan kita. Perusahaan milik negara ini bersedia memberikan ganti rugi akibat pembatalan tersebut—jadi dari segi keuangan tetap terjaga. Namun, masalah sebelumnya muncul lantaran komunikasi yang belum optimal.


Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan #Proyek ini?

Perjumpaan perdana kita terjadi di sebuah daerah yang ada di Jakarta Pusat tanggal 24 Januari. Oleh karena itu, baru berlalu kurang lebih dua bulan semenjak saat itu.

#

Apakah selain kerjasama dengan pemerintah, faktor lainnya yang mendorong Anda dan tim tetap percaya diri dalam melanjutkan proyek ini dari awal hingga akhir tanpa adanya kontrak formal?

Lebih kepercayaan saya pada individu-individu yang terlibat dalam proyek ini, ada dua perusahaan penerbitan independen dan kita telah sangat dekat. Selain itu, karena seorang pejabat senior di Kemendikbud. Saya rasa dia adalah seseorang yang secara aktif mendukung kami sejak awal.

Dia mulai bekerja dengan langsung menyapa seluruh kreator sejak awal masa jabatan, tanpa adanya batasan. Saya merasa dipercayakan meskipun pada akhirnya projek tersebut dihentikan. Meski sudah ditunda, dia terus mencoba melanjutkan usaha ini. Sangat saya hargai upayanya yang luar biasa itu. Namun, sepertinya ada pembicaraan tak sukses bersama perusahaan milik pemerintah ini sehingga harus diakhiri.


#Apakah sudah ada komunikasi antara Anda dengan penerbit swasta serta badan BUMN sebelum pengumuman tentang pencabutan ini dilakukan? Adakah pembicaraan atau notifikasi sebelumnya?

Walau memang secara hukum, keputusan mereka tepat karena saya merupakan pihak ketiga dalam hal ini. Saya sendiri bukanlah bagian yang menandatangi kontrak bersama BUMN tersebut, tetapi sebagai representasi dari sebuah perusahaan swasta. Namun demikian, lantaran ikatan kita dengan entitas swasta tersebut mirip persahabatan, sangat disesalkan bahwa tak terdapat pengumuman formal dari BUMN tentang pembatalan proyek ini.

Akhirnya saya menulis surat keluhan kepada perusahaan milik negara itu, dan staf mereka menerima surat tersebut serta meminta untuk bertemu dengan saya. Tetapi rasa kecewa timbul karena pertemuan tersebut tidak dihadiri secara langsung oleh direktur.


#Apakah ada hal-hal tertentu yang menyesalkan terkait dengan pencopotan proyek ini?

Yang disayangkan adalah, mungkinkah bagi para kreator, bahwa di masa depan kita akan kesulitan bekerja sama dengan pihak manapun seperti pemerintah, BUMN, atau entitas lain? Saya menganggap hal tersebut sebagai suatu kemunduran. Oleh karena itu dalam surat pengecaman tersebut, saya menyebutnya sebagai kemunduran.

Sampai sekarang kita bekerja sama dengan pemerintah dan semuanya berjalan lancar. Proyek kami terus berlanjut serta proyek BUMN juga ikutan dilanjutkan. Mengapa justru kalian yang mendadak menarik diri, apalagi tanpa komunikasi yang cukup baik? Oleh karena itu, saya mengharapkan niat baik dari mereka. Meskipun kerjasama ini mungkin tidak langsung diakhiri, namun saya perlu usaha ekstra untuk mencari kepastian.


#Soal konten surat ketidakpuasan, hal-hal apa saja yang menjadi perhatian utama Anda di dalamnya?

Saya kirim 25 Februari. Saya menjelaskan bahwa awalnya saya sangat mengapresiasi kesempatan ini. Bahkan, ini adalah impian saya untuk bisa berkolaborasi dengan perusahan BUMN tersebut. Ketika ditawarkan proyek ini, kami sangat antusias dan menunjukkan komitmen, meskipun kontrak belum datang.

Saya kemudian merasakan kekecewaan saat mengetahui kalau kerjasama ini telah diakhiri. Hal yang membuatku prihatin adalah hingga saat ini, perusahaan milik negara itu belum juga menyentuhkan diri untuk menghubungi saya secara langsung. Keletihan dan frustasi muncul dari tindakan mereka membatalkan kesepakatan tanpa melibatkanku sebagai pencipta, memberiku peluang untuk membahasnya atau setidaknya memiliki hak untuk berkomentar tentang putusan tersebut. Sebenarnya, pekerjaan proyek sudah mulai dilakukan.

Ceritanya akan berbeda jika pembatalan ini terjadi sebelum saya serta tim memulai pekerjaan kami. Namun pada kenyataannya, kami telah membuat grup WhatsApp, sehingga bukti kolaborasi sudah tersedia. Selain itu, saya pun menyebutkan dalam anggapan saya bahwa bisa jadi alasan BUMN meragukan hal ini adalah karena karakter yang saya ciptakan biasanya suka mengkritik pemerintah.

Saya mengerti jika hal ini membuat mereka merasa tak nyaman. Namun, saya juga ingin menyampaikan bahwa ini merupakan akibat dari keputusan saya sebagaimana pencipta karya. Tujuan utama pembuatan seni ini adalah untuk melampiaskan pendapat pribadi, melakukan kritik, serta mewakili emosi jutaan orang lainnya.

Sesungguhnya, ini menunjukkan perhatian dan kasih sayang saya terhadap bangsa. Jika ada kesalahan, mari kita kritisi. Bila ada hal baik, hendaklah diacungi jempol. Mudah-mudahannya seperti itu. Selain itu, saya ingin mengatakan bahwa dalam rentan waktu 14 tahun berkiprah,

Si Juki

Sudah sering kali bekerjasama dengan beberapa kementerian. Sejauh ini, kita selalu berhasil berpartner bersama. Namun saat ini, saya merasakan adanya penurunan kerja sama tersebut.

Oleh karena itu, di dalam surat tersebut, saya berencana untuk menyampaikan ketidaksenangan serta bertanya apakah ‘ini akan dilanjutkan atau tidak?’. Hingga saat ini, hal tersebut masih belum pasti. Meskipun mereka sering kali berkata, ‘nanti kita bekerja sama kembali’, perusahaan milik negara tersebut malah mengirimkan sebuah surat pernyataan bukan langsung pada kami.

(Si Juki)

Namun melalui penerbit swasta sebagai perantara tersebut. Tetapi mereka masih juga enggan untuk menjelaskan alasannya dengan transparan. Penerbit itu hanya menginformasikan bahwa IP telah diubah. Sehingga sampai saat ini pun belum ada respon spesifik terkait surat keluhan saya.


Apakah kasus pembatalan kerjasama ini bisa dilihat sebagai bagian dari pola pengekangan kreativitas yang semakin marak di Indonesia? Tidak ada pengumuman resmi dari para pihak terlibat.

Menuju topik tentang ketidakpuasan. Bisa jadi hal ini menjadi lebih terang seiring berjalannya waktu dengan munculnya banyak kasus serupa (pengecualian karya seni) seperti SukatanI, lukisan metafora Joko Widodo (di pameran Yos Suprapto), dan lukisan Tikus di Burung Garuda (

Tikus Garuda

saya pribadi merasa sangat tertantang.

Saya merasa ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang bagaimana seniman saat ini bisa terus berkarya tanpa takut dibredel lagi. Tapi, positifnya karena ini era media sosial ya, ada fungsi kontrol masyarakat juga ya.


#Menurut Anda, seberapa besar risiko para kreator seni di Indonesia untuk vokal? Apakah seniman perlu vokal atau diam dan fokus berkarya saja?

Menurut pendapatku, tiap seniman memiliki metode perwujudan yang unik. Oleh karena itu, tak ada aturan ketat. Intinya ialah bahwa tidak terdapat pembatasan. Baik Anda hanya ingin menciptakan karya dan menikmati proses tersebut pun boleh saja. Sangat bagus. Atau jika Anda memilih untuk mengkomunikasikan hal tertentu melalui hasil ciptaan Anda juga diperbolehkan. Tidak ada larangan sebenarnya. Sepertimya begitu mestinyanya.

Namun, kita berada di negeri dengan aturan-aturan etis dan moral tertentu, dan setiap aturan memiliki dampaknya sendiri. Oleh karena itu, dalam pandangan saya, seorang seniman yang unggul adalah seseorang yang siap memikul tanggung jawab. Bahkan jika ia mengemukakan suatu ide, saat dimintai penjelasannya, mereka paham akan makna dari apa yang disampaikan tersebut. Inilah yang dinamakan sebagai pertanggunganjawaban.

Mereka yang memiliki pendapat dan argumentasi harus menanggung akibat dari apa yang disampaikan. Mereka telah menyajikan beberapa titik pandangan. Jika mereka berani menghadapi dampaknya serta bertanggung jawab, maka sebaiknya tindakan tersebut dilakukan. Negara ini mestinya tidak boleh takut pada jenis-jenis situasi semacam itu. Memilih sistem demokrasi adalah keputusan mereka sendiri, bukan begitu? Kita tetap melanjutkan penggunaannya. Mengingat bahwa negeri ini diklaim sebagai negara demokrasi, jadi mari ekspresikan diri kita layaknya profesi atau posisi masing-masing.


Mulai dari awal karier hingga saat ini, apa pendapat Anda tentang hak ekspresi di Indonesia, khususnya bagi seorang animator?

Jika diamati lebih lanjut, semakin mendekat kesini justru informasi tersebut menjadi semakin terungkap. Pemerintahan kita telah lama mengalami kerusakan dan saat ini mereka tidak lagi segan-segan untuk menunjukkan hal itu. Komunikasi yang ada juga tampaknya kian merosot. Para pejabat kita sepertinya sama sekali tidak memiliki rasa malu.

public relations

(humas) yang bagus.

Menurut pendapatku, pembuat konten sebaiknya tidak sungkan untuk terus berkarya. Jika mereka tak merasa segan, maka kita pun tak perlu ragu memberi masukan. Dulu, metode kritikan mungkin masih lembut. Kini, sepertinya kita dapat bersifat lebih langsung. Berbagai gaya kritik telah bermunculan; ada yang membuat video TikTok, artikel tertulis, ilustrasi, komik, serta banyak lagi.


Perjalanan Petualang Baru Keluarga Si Juki

Related posts