Laporan Jurnalis, Ines Noviadzani
Perdebatan di antara Hotman Paris dan Firdaus Oiwobo tetap menjadi topik pembicaraan yang panas bagi warganet. Hal ini karena Hotman secara konsisten menyampaikan cemoohan kepada Firdaus.
Dengan postingannya di Instagram, Hotman Paris seperti tersulut kemarahan saat membaca pernyataan-pernyatan yang diciptakan oleh Firdaus.
Sama seperti sebelumnya, tentang Firdaus Oiwobo yang menyatakan dirinya mempunyai kekayaan berlimpah termasuk memiliki gunung uranium.
Seperti halnya candaan yang dia posting sebelumnya, saat ini Hotman Paris kembali menyingkap ketidakjujuran Firdaus berkaitan dengan hartanya.
Dalam unggahannya, Hotman membagikan video Firdaus yang kepergok mendirikan bangunan liar di Puncak. Bangunan berupa lapak soto mie nya pun harus digusur.
“Hah? Hanya menjual soto mie di gerobak liar? Hotman telah berulang kali mengatakan bahwa klaim bohong tentang kesuksesan tidak akan bertahan lama setelah dia meminta upah sepuluh bungkusan nasi dari Rudy (showroom premium),” demikian katanya menulis.
“Kecil kemungkinannya untuk berhasil secara finansial melihat kondisi keuangannya yang biasa-biasa saja, perhatikan sepatunya, pakaiannya, cincin dan kalungnya semua tampak murah meriah,” tegasnya. “Apakah orang seperti itu berharap bisa bersaing dengan Hotman Paris dalam hal kesuksesan?”Tambah dia.
Video yang diunggah oleh Hotman Paris tentang Firdaus Oiwobo yang mengeluhkan penertiban gerobak dagarnya telah menjadi perhatian.
Menurut katanya Sultan dengan luas tanah beberapa puluh ribu hektar, kenapa justru membangun di atas lahan yang bukan miliknya? Sialan bagi Firdaus, hingga gerobak dagangannya berupa soto mi pun ikutan dibawa oleh Satpol PP,” demikian tertulis dalam keterangan video tersebut.
Tiba-tiba saja postingan tersebut menerima berbagai macam tanggapan dari pengguna internet.
“Bukan tingkatannya @hotmanparisofficial, katanya memiliki bukit orang yang ingin membeli Lambo segera terbakar, hadeh bang daus,” tulis @an****صندキャンペ
“Ini hasilnya ketika berkoar-koar,” kata @ya***صندキャンペ
(*)
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







