Hasil Menegangkan All England Open 2025: Pedihnya PV Sindhu, Mantan Juara Dunia Dikalahkan oleh Siswa Rony Agustinus

Hasil Menegangkan All England Open 2025: Pedihnya PV Sindhu, Mantan Juara Dunia Dikalahkan oleh Siswa Rony Agustinus


Venkata Sindhu dipaksa untuk pulang lebih awal karena tereliminasi pada ronde pertama All England Open 2025. Ia dikalahkan oleh salah satu siswa Rony Agustinus.

PV Sindhu belum dapat mengenali kembali gaya bermainnya usai dikalahkan di babak 32 besar All England Open 2025, turnamen yang diselenggarakan di Utilita Arena Birmingham, Inggris, pada Rabu (12/3/2025).

Seperti merasa hilang arah, Sindhu malah menjadi bingung ketika dirinya sedang unggul jauh melawan Kim Ga-eun dari Korea Selatan.

Penyesuaianannya terhadap pelatih barunya, Irwansyah, masih kurang lancar. Gaya permainan sang juara dunia sekali ini tetap monoton, seringkali menggunakan tendangan jauh ke depan lapangan dan enggan berduel di udara.

Kekurangan pada sektor lapangan tengah menyebabkan Sindhu sering diserang oleh Kim. Kali ini, Kim mendapat dukungan dari pembina asal Indonesia, Rony Agustinus. Rony sendiri adalah instruktur bagi An Se-young, sang raja bulu tangkis dunia.

Sindhu pernah mengalami goncangan pada gim pertama.

Dimuali dengan intensitas tinggi, Sindhu awalnya kesulitan menangani serangan-serangan dari Kim Ga-eun. Pertarungan mereka berlanjut seimbang hingga skor 7-7.

Hanya setelah mencapai tengah permainan, Sindhu baru bisa mendominasi dan menyerang dengan leluasa.

Dia memimpin dan terus mendorong Kim sehingga skornya menjadi 13-9.

Angka mengalir cepat ke arah perwakilan India hingga murid Irwansyah tersebut mencapai poin kemenangan 20-13. Tetapi, disinilah ujian bagi mental Sindhu terjadi.

Juara Dunia 2019 tersebut tiba-tiba menjadi kabur dan kehilangan fokus hingga nyaris kalah.

Sindhu mengalami kerugian dalam enam pertandingan berturut-turut, dia merasakan kesulitan menangani servis tipis dari Kim.

Sindhu masih beruntung, karena Kim membuat smash langsung keluar batas. Sindhu menang di game pertama dengan skor 21-19.

Kim Ga-eun tetap menjaga kecepatannya untuk mendekati kemenangan di game awal itu, ia mengungguli Sindhu dengan sering melakukan kesalahan dalam menebak bola yang masih berada di lapangan beberapa kali.

Sindhu berusaha untuk bertahan, mempertahankan kedudukan skornya yang masih ketat walaupun ia masih di belakang dengan angka 10-12.

Kadang-kadang terdengar arahan dari Irwansyah di bangku pelatih.

Sindhu mencoba untuk berkonsentrasi pada apa yang ia dengar sambil terus mengawasi kondisi di lapangan.

Usaha berkelanjutan dari peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika skor menjadi imbang 12-12.

Akan tetapi, serangannya tidak bertahan lama, ia terhenti pada skor 12 dan tertinggal 12-19 sampai akhirnya kehilangan permainan kedua kepada Kim.

Sindhu sekali lagi memulai dengan lambat di game ketiga. Permainannya tetap mengandalkan pukulan-pukulan panjang yang itu-itu saja.

Agressivitasnya meredup dalam pertandingan ketiga, ia seringkali hanya menunggu bola dan akhirnya dikendalikan sepenuhnya oleh Kim.

Kekurangan Sindhu, yang telah lama ditekankan oleh Irwansyah, tetap tidak berubah dan terletak di area mid-court. Sindhu mengalami ketertinggalan cukup besar dengan skor 3-8.

Dia mengalami kesulitan untuk menemukan cara keluar dari tekanan yang ditimbulkan oleh Kim dan akhirnya dikalahkan dengan skor 21-19, 13-21, 13-21 selama pertandingan berlangsung sekitar 61 menit.

Related posts