– Israel berencana menggeser penduduk Gaza ke Indonesia. Dalam tahap percobaan atau pilot project, Israel akan mentransfer sebanyak 100 individu.
Hal tersebut dilaporkan oleh salah satu media Israel,
The Times of Israel
pada Rabu (26/3/2025).
Pada bulan Februari 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pula bahwa AS berniat untuk menduduki wilayah Gaza.
Trump berencana merombak Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah” dan mendorong penduduk Palestina pindah ke Mesir, Yordania, atau negeri-negera lainnya.
Prosedur pemesanan perpindahan penduduk dari Gaza menuju Indonesia
Laporan dari media Israel mengindikasikan bahwa penduduk Gaza berpotensi akan ditempatkan dalam sektor pembangunan dan konstruksi.
Apabila program ini sukses, Israel menginginkan banyak penduduk Gaza dipicu untuk dengan rela pergi dan mencari pekerjaan di Indonesia.
Oleh karena itu, diharapkan penduduk Gaza pada akhirnya akan memilih untuk menetap secara tetap di Indonesia.
Proyek ini akan dipimpin oleh Kepala Koordinator untuk Aktivitas Pemerintah di Wilayah-wilayah (COGAT), Mayor Jenderal Ghassan Alian.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa Israel dan Indonesia berencana membuka jalur komunikasi tersendiri guna mendorong pengembangan proyek ini.
Berdasarkan laporannya, tindakan tersebut diambil sebab Israel dan Indonesia belum mempunyai hubungan diplomatik.
Jika pilot project ini sukses, akan terbentuk ” administrasi imigrasi” yang dikelola oleh Israel dengan tanggung jawab untuk mengelolanya.
Menteri Pertahanan Israel, Yair Lapid—yang mengurusi aspek administratif—diperkirakan akan menunjuk Perwira Tinggi Brigadir Jenderal (purnawirawan) Ofer Winter sebagai pemimpin proyek itu.
Kemenlu membantah
Kemenlu RI memberikan komentar terkait laporan yang menyebutkan bahwa Israel bermaksud memindahkan penduduk Gaza ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menyatakan bahwa mereka menolak klaim tentang rencana pengalihan penduduk di Gaza.
Pemerintah Indonesia belum pernah mengadakan pembicaraan dengan siapa pun atau menerima laporan terkait rencana untuk memindahkan penduduk Gaza ke Indonesia.
“Kami dapat menegaskan bahwa tak terdapat diskusi atau pun persetujuan apa pun antara Indonesia dan pihak lain tentang masalah ini,” ungkap Roy lewat pernyataan resmi yang diperoleh
, Jumat (28/3/2025).
Dia mengungkapkan bahwa tujuan utama Indonesia sekarang fokus pada mendukung kedamaian serta memajukan recovery di Gaza.
“Kini, Indonesia semakin menekankan pada pencapaian gencatan senjata fase kedua, penerimaan bantuan kemanusiaan, serta memastikan pelaksanaan pembangunan ulang di Gaza,” tambahnya.







