KPK Dorong Ifan Seventeen Cepat Laporkan LHKPN Pasca Menjadi Direktur Utama PFN

KPK Dorong Ifan Seventeen Cepat Laporkan LHKPN Pasca Menjadi Direktur Utama PFN




, JAKARTA — Komisi Anti-Korupsi (KPK)
KPK
Meminta Direktur Utama PT PFN Riefian Fajarsyah atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen untuk mengumpulkan dan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).


Berita ini menyebutkan bahwa vokalis grup musik Seventeen tersebut telah ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Direktur Utama PFN pada kisaran pertengahan Maret tahun 2025.


Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan bahwa posisi yang saat ini diemban Ifan tergolong dalam kategori harus melaporkan atauWL pada Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Jika telah dilantik, Ifan diberi tenggang waktu selama tiga bulan untuk segera menyerahkan LHKPN-nya.


Ditimanggap dengan Keraguan sebagai CEO PFN, Ifan Seventeen: Warganet Hanya Tahu Saya Sebagai Artis


“Posisi yang dimaksud tergolong dalam daftar Laporan Harta Kekebalan Pencucian Uang dan Penyuapan (LHKPN) wajib disampaikan, yaitu tiga bulan setelah dilantik atau diangkat,” jelas Anggota Tim Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat berbicara dengan para reporter pada hari Rabu (19/3/2025).


Adapun Ifan sebelumnya tidak dianggap sebagai pejabat negara. Oleh karena itu, ia akan mengajukan LHKPN pertamanya sebagai Direktur Utama PFN.

:

Film yang Sudah Diperankan Ifan Seventeen


Berdasarkan pemberitaan

Bisnis

sebelumnya, Ifan telah mengungkap bakal melakukan pembenahan internal di PFN lantaran banyaknya masalah yang perlu dibenahiz


“Jika saya jelaskan dengan analogi seperti ini, makna dari PFN adalah, bagaimana seseorang dapat menciptakan karya jika perut mereka masih kosong? Itulah tantangan yang dihadapi oleh PFN,” ungkapnya saat berada di PT PFN, Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Jumat, 14 Maret 2025.

:

Tiba-tiba Direktur Utama PFN, Ifan Seventeen: Mari Perbaiki Dahulu Keadaannya, Sebelum Memikirkan Pembuatannya


Dia memiliki pandangan seperti itu karena ditemukan bahwa banyak karyawan di PFN mengalami pembayaran gaji yang kurang lunas. Ifan menegaskan bahwa ini merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh seluruh staf.


“Oleh karena itu, mari kita isi terlebih dahulu perutnya, sampai merasa kenyang, jangan biarkan diri dipusingkan oleh urusan makan lagi, pastikan setiap harinya sudah memperhatikan asupan makanannya dengan baik, lalu barulah kemudian kita bisa fokus pada pembuatan karyaNya yang lebih besar,” demikian ujarnya.

Related posts