Kualifikasi Piala Dunia 2026: Keberanian Timnas Indonesia diuji dengan Naturalisasi Baru dari China, Si Adik Kelas Neymar

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Keberanian Timnas Indonesia diuji dengan Naturalisasi Baru dari China, Si Adik Kelas Neymar


Tim nasional sepak bola China yang menjadi lawan dari timnas Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2026, baru-baru ini mengenalkan seorang pemain naturalisasi tambahan berasal dari Brasil.

Nama lengkapnya adalah Sergio Antonio Soler de Oliveira Junior, yang biasa dipanggil Serginho.

Pemain gelandang serangan asal Brasil yang berusia 29 tahun pada masa lalu adalah hasil dari akademi Santos FC.

Walaupun tidak pernah bermain di satu tim bersama bintang Brazil lainnya, Neymar Jr., dapat dikatakan bahwa Serginho merupakan junior atau teman sekelas dari mantan pemain Barcelona tersebut.

Saat Neymar mengawali kariernya di tim utama Santos, Serginho sedang memperkuat dirinya melalui akademi klub itu.

Setelah dipinjamkan ke beberapa tim lokal, ia beralih ke Asia dan bergabung dengan Kashima Antlers (2018-2019).

Serginho berhasil menyumbangkan piala Liga Champions Asia untuk tim elit asal Jepang.

Dia memenuhi syarat untuk mendapatkan naturalisasi setelah menghabiskan waktu bermain di Negeri Tirai Bambu mulai tahun 2020 dengan tim Changchun Yatai (periode 2020 hingga 2024), serta saat ini membela klub Beijing Guoan.

Dikutip dari media setempat, Sohu.com, PSSI-nya China berusaha memproses kelayakannya membela tim nasional supaya beres sebelum akhir pekan ini.

Serginho diprediksi akan menguatkan tim Nasional Singa Api dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 di zona Asia yang berhadapan dengan Arab Saudi pada tanggal 20 Maret 2025 dan lawatan ke Australia lima hari kemudian.

Sohu juga menyebutkan bahwa proses itu terjadi secarabersamaan dengan upaya tim nasional Indonesia merekrut tiga kandidat pemain naturalisasi yaitu Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James.

Tim nasional China telah mengalihkan perhatiannya dengan cepat menuju pertandingan mendatang melawan Indonesia pada tanggal 5 Juni.

Bersama dengan Saudi Arabia dan Bahrain, keenam tim tersebut masing-masing telah mengumpulkan 6 poin pada tabel klasemen grup C setelah putaran ketiga.

Tim nasional Indonesia layak menempati posisi ketiga berdasarkan laporan selisih gol terbaik di antara tim lainnya.

China malah berada di posisi terakhir dengan selisih gol -10.

Tim yang diasuh oleh Branco Ivankovic dikabarkan mulai khawatir terkait penguatan pasukan melalui para pemain naturalisasi dalam tim nasional Indonesia.

Proses pengeboran Serginho mungkin menjadi langkah menuju pengurangan kesenjangan kekuatan antara China dan lawannya.

Sebelumnya, tim nasional China telah terlebih dahulu mendaftarkan penyerang berketurunan Norwegia, John Hou Saeter, guna dilibatkan dalam sesi latihan mereka.

“Zhibo melaporkan bahwa Indonesia telah menyertakan tiga pemain naturalisasi tambahan,” demikian tertulis dalam laporan media setempat.

Tim mengajak atlet naturalisasi berkelas ke dalam skuad yang akan bertarung di laga Maret.

“Sehingga, China bisa jadi akan menemui tantangan saat bertandang ke Indonesia,” tambahnya, menyebut peluang menghadapi tim Jay Idze dan kawan-kawannya.

China tampaknya mengenali bahwa performa Tim Merah-Putih saat ini mungkin berbeda dibandingkan unit yang pernah dikalahkannya dalam pertemuan awal di Qingdao, terlebih lagi dengan kehadiran Patrick Kluivert sebagai pengendali lapangan.

Saat dinaungi oleh Shin Tae-yong, Indonesia tersingkir dengan skor 1-2 di pertandingan matchday 4 bulan Oktober lalu, meskipun tampil lebih menguasai sebagai tim tamu.

Related posts