JAKARTA, –
Badan Penyelarasan Pemberantasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Departemen Sosial (DepSos) setuju dalam memberikan kesempatan pekerjaan kepada alumni dari Sekolah Rakyat tersebut.
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatimiko mengumumkan bahwa lulusan dari Sekolah Rakyat akan dikembangkan melalui inkubasi serta diberi kapasitas untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek penting yang diluncurkan oleh pemerintah.
“Bagi para peserta yang berhasil lolos, kita setuju untuk mengincubasinya dan kemudian memindahkan mereka ke berbagai program penting seperti pengembangan 3 juta hunian, menyediakan makanan bernutrisi secara gratis, serta proyek-proyek utama lainnya,” ungkap Budiman di kantor Kemensos, Jakarta, pada hari Selasa, tanggal 18 Maret 2025.
Menurutnya, tindakan tersebut adalah komponen dalam usaha untuk menghentikan berkelanjutan kemiskinan melalui penyediaan pendidikan berkualitas dan akses langsung ke lapangan pekerjaan.
Dia menekankan bahwa Sekolah Rakyat dibuat untuk menyediakan pendidikan berkualitas kepada kelompok yang hidup dalam kemiskinan ekstrem serta kemiskinan relatif.
Acara ini menitikberatkan bukan hanya pada aspek pendidikan formal, namun juga mengajarkan kemampuan profesional yang diperlukan.
” Sekolah Rakyat ini tak sekadar sebuah lembaga pendidikan, melainkan juga berfungsi sebagai jalur menuju pekerjaan yang layak bagi para siswanya,” ujar Budiman.
Meskipun begitu, Budiman masih menekankan pentingnya agar alumni dari Sekolah Rakyat terus mengembangkan pendidikan mereka sampai ke jenjang perguruan tinggi.
Dia menjelaskan bahwa pihak pemerintahan berencana bekerja sama dengan bisnis swasta guna memfasilitasi pembiayaan pendidikan serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi alumni dari Sekolah Rakyat.
“Kita setuju bahwa alumni Sekolah Rakyat bukan hanya harus berakhir di jenjang SMA. Bagi mereka yang memiliki bakat serta minat, kita dorong untuk meneruskan pendidikan ke institusi tinggi, sedangkan bagi yang sudah siap kerja, kita arahkan pada program-program strategis dari pemerintahan,” ungkap Budiman.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







