- Debut Amass terjadi saat berusia 18 tahun ketika melawan Leicester.
- Chido Obi serta Ayden Heaven bermain di EPL
- Mainoo dan Yoro mengalami cedera, tetapi tetap mencetak banyak gol.
APA YANG TERJADI?
Manchester United menduduki posisi kedua dalam daftar klub Liga Primer yang memberikan waktu bermain kepada para pemain muda pada musim 2024/25. Harry Amass adalah pemain belia terakhir yang melakukan debutnya di tim senior di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim ketika menghadapi Leicester City pada Senin (17/3) dini hari WIB. Amass masuk sebagai substitusi di paruh kedua pertandingan dan membantu skuad mempertahankan kemenangan dengan skor 3-0.
Pemuda berumur 18 tahun itu, yang memperingati ultahnya pada hari pertandingan, menghabiskan waktu bermain sebanyak 22 menit. Dia menjadi anggota ke-253 dari akademi Manchester United yang naik ke tim senior. Dua pemain muda lainnya, yakni Chido Obi (17 tahun) serta Ayden Heaven (18 tahun), turut dipercaya untuk ikut dalam pertandingan ini; walaupun demikian, Heaven terpaksa diganti setelah mengalami cedera parah.
Dari total 2.129 menit bermain para pemain muda Manchester United di musim ini, dua nama utamanya adalah Kobbie Mainoo dan Leny Yoro, yang saat ini tengah mengalami cedera. Mainoo telah tampil selama 1.285 menit melintasi 18 pertandingan, sementara Yoro memiliki catatan waktu main sebesar 700 menit. Pelatih mereka, Amorim, berharap kedua pemain tersebut bisa cepat sembuh agar dapat memberikan sumbangsih lebih lanjut bagi timnya.
GAMBARAN BESAR
Pada musim ini, Tottenham Hotspur mengungguli dalam hal total menit bermain para pemain muda dengan catatan 2.839 menit melalui tujuh orang pesepak bola termasuk Archie Gray dan Lucas Bergvall. Di sisi lain, Manchester United ada di peringkat kedua yang telah mencatatkan waktu main sebanyak 2.129 menit oleh lima pemain mereka. Bila nantinya Mainoo serta Yoro dapat kembali bertanding pasca istirahat untuk pertandingan tim nasional, maka Manchester United memiliki peluang besar untuk menyusul pencapaian yang diraih Tottenham.
Musim lalu (2023/24), United memimpin di bidang tersebut, berkat peran signifikan dari Mainoo dan Alejandro Garnacho, yang saat itu baru berusia 20 tahun. Di musim ini, walaupun Garnacho sudah tidak termasuk pemain junior, United masih tetap komitmen untuk memberi peluang pada bakat-bakat muda.
Komitmennya United dalam mengasah bakat generasi muda sangat mencolok. Cederanya Heaven mendapat sorotan, namun tim percaya pada proses penyembuhan Mainoo dan Yoro. Melalui pendekatan tersebut, United dapat bertahan di puncak klasemen sambil meningkatkan waktu main para pemain muda serta memperkokoh skuad intinya.
TAHUKAH ANDA?
Waktu paling banyak dialokasikan untuk remaja di EPL 2024/25:
Tottenham Hotspur – 2.839 (7 orang pemain)
UNITED – 2.129 (5)
Bournemouth – 1.692 (3)
Southampton – 1.566 (2)
Arsenal – 1.367 (2)
Brighton – 1.279 (2)
BERIKUTNYA?
United akan mengawasi luka Heaven yang lumayan parah ketika bertemu dengan Leicester. Tim juga sedang menunggu kedatanganembali Mainoo dan Yoro setelah jeda internasional agar bisa menyokong tim mereka lebih baik lagi. Berfokus pada bakat muda, United diperkirakan akan tetap memberi kesempatan bermain bagi para pemain junior sepanjang musim ini.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







