IKABARI – Dalam kesempatan yang istimewa ini, kami dengan gembira akan mengulas topik menarik yang terkait dengan Menjelajahi Keajaiban Dua Benua di The Great Asia Africa Lembang: Sebuah Perjalanan Budaya Tanpa Batas. Mari kita merajut informasi yang menarik dan memberikan pandangan baru kepada pembaca.
Menjelajahi Keajaiban Dua Benua di The Great Asia Africa Lembang: Sebuah Perjalanan Budaya Tanpa Batas
Impian untuk berkeliling dunia, menyaksikan keajaiban arsitektur, dan merasakan keragaman budaya dari berbagai negara seringkali terbentur oleh keterbatasan waktu dan biaya. Namun, di tengah sejuknya udara pegunungan Lembang, Bandung, Jawa Barat, sebuah destinasi wisata unik hadir menawarkan solusi: The Great Asia Africa (TGAA). Tempat ini bukan sekadar taman rekreasi biasa; ia adalah sebuah portal yang membawa pengunjung melintasi batas-batas geografis, menyajikan miniatur keindahan dan kekayaan budaya dari dua benua besar, Asia dan Afrika, dalam satu lokasi yang memukau.
Dibuka pada akhir tahun 2019, The Great Asia Africa dengan cepat mencuri perhatian sebagai salah satu tujuan wisata favorit di kawasan Bandung Raya. Konsepnya yang inovatif – menggabungkan elemen edukasi, rekreasi, dan tentu saja, spot foto yang Instagramable – menjadikannya magnet bagi wisatawan dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, pasangan muda, hingga rombongan pelajar. Berdiri di atas lahan yang luas dengan kontur lembah yang alami, TGAA menawarkan pengalaman berjalan-jalan yang menyenangkan sambil menyerap atmosfer budaya yang berbeda di setiap sudutnya.
Konsep Unik: Menjembatani Asia dan Afrika
Gagasan utama di balik The Great Asia Africa adalah menciptakan sebuah ruang di mana pengunjung dapat "berkeliling" dan mengenal lebih dekat beberapa negara ikonik dari benua Asia dan Afrika tanpa harus benar-benar terbang melintasi samudera. Ini bukan sekadar tentang membangun replika bangunan; lebih dari itu, TGAA berusaha menghadirkan nuansa dan pengalaman yang autentik (atau setidaknya mendekati) dari masing-masing negara yang direpresentasikan.
Pemilihan untuk menggabungkan Asia dan Afrika dalam satu tema mungkin tampak tidak biasa pada awalnya. Namun, kedua benua ini memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi yang luar biasa beragam. Dengan menyandingkannya, TGAA seolah ingin menunjukkan benang merah peradaban manusia, keragaman ekspresi budaya, serta keindahan yang lahir dari latar belakang geografis dan historis yang berbeda. Ini adalah sebuah perayaan atas pluralitas dunia dalam skala mikro.
Lokasi Strategis di Jantung Wisata Lembang
Terletak di Jalan Raya Lembang-Bandung No. 71, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, lokasi The Great Asia Africa sangat strategis dan mudah dijangkau. Berada di jalur utama wisata Lembang, tempat ini seringkali menjadi bagian dari itinerary perjalanan wisatawan yang menjelajahi kawasan sekitarnya, seperti Farmhouse Lembang, Floating Market, atau De Ranch.
Udara Lembang yang sejuk dan pemandangan perbukitan hijau yang mengelilingi area TGAA menambah daya tarik tersendiri. Berjalan kaki menyusuri jalan setapak di dalam kompleks wisata ini terasa menyegarkan, meskipun kontur tanah yang naik-turun memerlukan stamina yang cukup. Pengelola telah menyediakan jalur yang nyaman dan beberapa area istirahat, namun persiapan fisik ringan tetap disarankan, terutama jika membawa anak kecil atau lansia.
Menjelajahi Paviliun Negara: Jendela Menuju Dunia Lain
Daya tarik utama The Great Asia Africa terletak pada paviliun-paviliun tematik yang mewakili negara-negara tertentu. Setiap paviliun dirancang dengan detail arsitektur yang khas, dilengkapi dengan ornamen, lanskap, dan terkadang, penawaran kuliner atau aktivitas yang relevan dengan budaya negara tersebut. Mari kita telusuri beberapa paviliun unggulan:
-
Paviliun Jepang:
Memasuki area Jepang, pengunjung seolah dibawa ke negeri matahari terbit. Gerbang Torii merah yang ikonik menyambut di pintu masuk. Di dalamnya, terdapat replika rumah-rumah kayu tradisional Jepang dengan atap melengkung yang khas, taman Zen yang menenangkan dengan elemen batu dan pasir, serta jembatan kayu kecil di atas kolam ikan koi. Bunga-bunga sakura artifisial yang mekar sepanjang tahun menambah suasana romantis. Pengunjung dapat menyewa kostum Kimono atau Yukata lengkap dengan aksesorisnya untuk berfoto dengan latar belakang suasana Jepang yang kental. Takoyaki dan minuman khas Jepang terkadang juga bisa ditemukan di area ini. -
Paviliun Korea:
Demam budaya Korea (Hallyu Wave) yang melanda dunia turut menginspirasi kehadiran paviliun ini. Pengunjung akan disambut oleh replika gerbang istana Korea yang megah dan berwarna-warni. Bangunan-bangunan bergaya Hanok (rumah tradisional Korea) dengan detail kayu dan atap genteng yang khas menjadi latar belakang foto yang populer. Sama seperti di paviliun Jepang, penyewaan kostum tradisional Hanbok tersedia dalam berbagai warna dan model, memungkinkan pengunjung berdandan ala bangsawan atau rakyat biasa dari era Joseon. Spot foto dengan latar belakang rumah tradisional atau taman kecil bergaya Korea selalu ramai dipadati pengunjung. Paviliun India:
Nuansa eksotis dan penuh warna langsung terasa saat memasuki area India. Arsitektur yang terinspirasi dari bangunan-bangunan ikonik India, mungkin dengan sentuhan gaya Mughal atau Rajasthani, mendominasi area ini. Warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan emas banyak digunakan. Ornamen-ornamen rumit, patung-patung dewa (seperti Ganesha), dan mungkin replika elemen Taj Mahal atau gerbang benteng menjadi daya tarik visual. Pengunjung dapat merasakan sensasi berada di India dengan menyewa kostum Sari atau Kurta. Musik India yang mengalun lembut menambah keaslian suasana.-
Paviliun Thailand:
Negeri Gajah Putih hadir dengan replika arsitektur kuil yang khas, lengkap dengan atap runcing berlapis dan ornamen berwarna emas. Patung-patung Buddha atau Ganesha dalam gaya Thailand mungkin ditempatkan di beberapa sudut. Suasana damai dan religius coba dihadirkan, meskipun dalam skala miniatur. Pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang bangunan unik ini, merasakan sekilas atmosfer spiritual Thailand. Terkadang, replika Tuk-Tuk (kendaraan roda tiga khas Thailand) juga dipajang untuk menambah elemen ikonik. -
Paviliun Indonesia (Nusantara):
Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu memiliki tempat istimewa. Paviliun ini biasanya menampilkan keragaman arsitektur tradisional dari berbagai daerah di Nusantara. Mungkin ada replika rumah Gadang dari Minangkabau, rumah Joglo dari Jawa, atau rumah Honai dari Papua. Area ini menjadi pengingat akan kekayaan budaya bangsa sendiri di tengah eksplorasi budaya mancanegara. Selain bangunan, seringkali terdapat juga pameran kerajinan tangan lokal atau jajanan khas Indonesia. -
Paviliun Afrika & Timur Tengah:
Area ini mencoba menangkap esensi dari benua Afrika dan kawasan Timur Tengah. Arsitektur bergaya gurun pasir dengan dinding berwarna tanah liat, kubah, dan lengkungan khas mungkin mendominasi. Pengunjung bisa merasakan suasana pasar tradisional (souk) dengan adanya toko-toko kecil yang menjual suvenir atau kerajinan tangan bergaya Maroko atau Mesir. Karpet-karpet bermotif etnik, lampu-lampu gantung khas, dan ornamen unta seringkali digunakan untuk memperkuat tema. Area ini menawarkan kontras yang menarik dengan paviliun Asia, menampilkan sisi lain dari keindahan budaya dunia.
Lebih dari Sekadar Replika: Aktivitas dan Pengalaman
The Great Asia Africa tidak hanya menawarkan pemandangan visual. Berbagai aktivitas dan pengalaman dirancang untuk membuat kunjungan lebih interaktif dan berkesan:
- Sewa Kostum Tradisional: Ini adalah salah satu aktivitas paling populer. Dengan biaya tambahan, pengunjung dapat menyewa Kimono, Hanbok, Sari, atau kostum tradisional lainnya untuk jangka waktu tertentu. Berjalan-jalan dan berfoto dengan kostum ini di paviliun yang sesuai memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan tentu saja, menghasilkan foto-foto yang unik.
- Wisata Kuliner: Di beberapa paviliun atau di area food court terpusat, pengunjung dapat mencicipi makanan atau minuman khas dari negara-negara yang direpresentasikan. Mulai dari Takoyaki Jepang, Tteokbokki Korea, hingga hidangan atau jajanan khas Timur Tengah dan Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk memanjakan lidah sambil terus menjelajahi budaya.
- Spot Foto Instagramable: Hampir setiap sudut di TGAA dirancang untuk menjadi latar belakang foto yang menarik. Mulai dari detail arsitektur, lanskap taman, hingga properti unik seperti replika kendaraan atau patung. Pengelola memahami betul tren fotografi di media sosial dan memfasilitasinya dengan baik.
- Area Interaksi Hewan: Seringkali terdapat area kecil di mana pengunjung, terutama anak-anak, dapat berinteraksi dengan hewan-hewan jinak seperti kelinci. Ini menambah variasi aktivitas dan menjadi daya tarik bagi keluarga.
- Toko Suvenir: Di beberapa titik atau di dekat pintu keluar, terdapat toko-toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh dan suvenir, mulai dari gantungan kunci, kaos, hingga kerajinan tangan yang terinspirasi dari budaya Asia dan Afrika.
Fasilitas Pendukung Kenyamanan Pengunjung
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi area yang luas, The Great Asia Africa menyediakan fasilitas yang cukup lengkap:
- Area Parkir: Tersedia area parkir yang luas untuk menampung mobil dan sepeda motor, meskipun pada puncak musim liburan bisa sangat padat.
- Toilet: Toilet bersih tersebar di beberapa titik strategis di dalam area wisata.
- Mushola: Fasilitas ibadah bagi pengunjung Muslim juga disediakan.
- Area Istirahat: Terdapat bangku-bangku dan gazebo di beberapa lokasi untuk pengunjung beristirahat sejenak.
Penutup
Dengan demikian, kami berharap artikel ini telah memberikan wawasan yang berharga tentang Menjelajahi Keajaiban Dua Benua di The Great Asia Africa Lembang: Sebuah Perjalanan Budaya Tanpa Batas. Kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang Anda luangkan untuk membaca artikel ini. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya!
(Koemala)






