– Pertarungan tim elit memeriahkan pertandingan antara Australia melawan Tim Nasional Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2024.
Australia akan menghadapi tim nasional Indonesia di stadion Allianz, Sydney, Australia pada hari Kamis (20/3/2025) pukul 16:10 Waktu Indonésia Barat.
Satu poin yang menarik dari pertandingan kali ini adalah perbedaan biaya antara skuad Timnas Indonesia dan Australia.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Timnas Indonesia terlihat lebih berlimpah daripada Australia.
Nilai tim nasional sepak bola Indonesia diperkirakan sebesar 634,86 miliar rupiah.
Profild dari Adham Makhadmeh, wasit yang memimpin pertandingan antara Australia dan Tim Nasional Indonesia, pernah memberi kerugian kepada Persib.
Angka tersebut jauh lebih besar daripada ketika Tim Nasional Indonesia berhadapan dengan Australia.
Kenaikan nilai tim nasional Indonesia pasca kedatangan ketiga pemain naturalisasi tersebut.
Ketiga pemain itu terdiri dari Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James.
Diketahui bahwa tim nasional sepak bola Indonesia sebelumnya hanya memiliki nilai skuad senilaiRp 441,08 miliar.
Khusus bagi penjaga gawang Palermo, Emil Audero sekarang merupakan pemain termahal nomor dua di tim nasional Indonesia setelah Mees Hilgers.
Pemain kiper yang berumur 28 tahun tersebut bernilai pasar sekitar Rp 86,91 miliar.
Mees Hilgers tetap berada di puncak dengan penilaian pasar sebesarRp 156,43 miliar.
Untuk Australia, mereka mengalami kekalahan yang signifikan dibandingkan dengan Tim Nasional Indonesia di bidang peringkat tim.
Tim nasional sepak bola Australia dikenal mempunyai nilai tim senilai Rp 412,81 miliar.
Pemain paling mahal diAustralia sekarang dipegang oleh penjaga gawang dari RC Lens yaitu Mathew Ryan dengan harga pasar sebesar Rp 43,45 miliar.
Berdasarkan kelebihan nilai pasarnya, Timnas Indonesia sekurang-kurangnya masih punya peluang untuk bisa meraih angka di kandang Australia.
Head to head
Berdasarkan pertemuan langsung tim nasional Indonesia melawan Australia, telah terjadi 20 kali pertarungan di antara kedua tim tersebut, menurut catatan yang disajikan oleh 11v11.
Dalam 20 laga yang dimaksud, tim nasional Indonesia hanya sekali berhasil menang ketika berhadapan dengan Australia.
Dari 15 pertandingan yang berakhir dengan kalah, ada empat laga lainnya yang bermain imbang.
Satu-satunya keberhasilan Burung Garuda saat itu dicatat pada tanggal 30 Agustus 1981.
Dulu, tim nasional Indonesia sukses mengalahkan Socceroos dengan skor tipis 1-0 di Stadion Senayan saat bertarung di babak kualifikasi Piala Dunia 1982 zona Asia, lewat satu-satunya gol yang dicetak oleh Risdianto pada menit ke-88.
Tribunnews
).
Skuad Sementara Timnas Indonesia:
Penyerang:
Ole Romeny (Oxfotd United)
Ramadhan Sananta (Persis Solo)
Rafael Struick (Brisbane Roar)
Hokky Caraka (PSS Sleman)
Ragnar Oratmangoen (FCV Dender)
Septian Bagaskara (Dewa United)
Gelandang:
Marselino Ferdinan (Oxford United)
Ricky Kambuaya (Dewa United)
Ivar Jenner (FC Utrecht)
Thom Haye (Almere City)
Bek:
Calvin Verdonk (NEC Nijmegen)
Shayne Pattynama (KAS Eupen)
Nathan Tjoe-A-On (Swansea City)
Pratama Arhan (Bangkok United)
Sandy Walsh (Yokohama F Marinos)
Eliano Reijnders (PEC Zwolle)
Kevin Diks (FC Copenhagen)
Rizky Ridho (Persija Jakarta)
Jay Idzes (Venezia FC)
Justin Hubner (Wolves)
Mees Hilgers (FC Twente)
Muhammad Ferarri (Persija Jakarta)
Jordi Amat (Johor Darul Takzim)
Kiper:
Maarten Paes (FC Dallas)
Nadeo Argawinata (Borneo FC)
Ernando Ari (Persebaya Surabaya).
Pemain Baru
Emil Audero
Joey Pelupessy
Dean James.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







