Mobil Listrik Terjangkau Toyota bZ3X Sukses di China, Bisakah Hadir di Indonesia?

Mobil Listrik Terjangkau Toyota bZ3X Sukses di China, Bisakah Hadir di Indonesia?



, JAKARTA – Perusahaan otomotif berbasis di Jepang,
Toyota
Telah diluncurkan oleh Toyota mobil listrik berbasis baterai bernama bZ3X, yang merupakan produk kolaborasi bersama perusahaan asal Cina, Guangzhou Automobile Group (GAC).

Melansir

Reuters

pada Rabu (19/3/2025), harga
mobil Listrik
bZ3X dilepas dengan harga 104.800 yuan atau kira-kiraRp239,2 jutaan. Sejak perdananya diperkenalkan di Pameran Mobil Beijing pada akhir tahun 2024, pemesanan untuk bZ3X mencapai angka 10.000 unit hanya dalam satu jam setelah pengenalan resmi produk tersebut.

Sebagai pembanding, mobil listrik BZ (Beyond Zero) dari Toyota, yaitu bZ4X, dijual di Indonesia dengan harga Rp1,19 miliar. Kemudian, bagaimana dengan Toyota bZ3X yang lebih terjangkau itu, adakah kemungkinannya untuk memasuki pasar Indonesia dan diproduksi secara lokal?


Penjualan mobil listrik Toyota meningkat 5,62% secara tahunan pada Mei 2024, dengan mayoritasnya adalah hybrid.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menyebutkan bahwa bZ3X adalah kendaraan listrik yang tercipta dari kerjasama antara Toyota dan pabrikan lokal di China. Oleh karena itu, model ini dirancang secara spesifik untuk pasar konsumen di China.

“Itu kan

supply chain

-Di China. Oleh karena itu, jangan sampai sepenuhnya bergantung pada impor; kami juga perlu mempertimbangkannya,” ungkap Bob saat berada di Jakarta, seperti dilaporkan Rabu (19/3/2025).

:

Toyota (TMMIN) Menargetkan Eksportasi 3 Juta Unit Pada Tahun 2025, Mengandalkan Varian Mobil Hibrida

Dia juga menggarisbawahi bahwa tidak pasti mobil listrik akan berhasil bila dibuat dan dipasarkan di Indonesia, karena terdapat perbedaan dalam karakteristik konsumen serta infrastruktur jalannya.

Misalnya saja, melanjutkan Bob, keadaan infrastrukturnya yaitu sebagian besar jalan-jalan di Cina memiliki desain yang terdiri dari jalan lurus dengan lebar yang cukup luas serta sedikit adanya area untuk memutar kendaraannya, hal ini menyebabkan titik putarnya menjadi sangat panjang. Berbanding terbalik dengan situasi lalu lintas di Indonesia yang cenderung lebih sempit dan penuh dengan tikungan atau belokan.

:

Toyota (TMMIN) Prihatin IHSG Anjlok Dampaknya pada Industri Otomotif

“Maka, pada dasarnya kami perlu mampu memahami kebutuhan para pembeli di China. Selain itu, kami pun wajib mengkaji perilaku konsumen di Indonesia. Tidak selalu produk yang laris di China akan berhasil di pasar kita, sebab struktur infrastukturnya berbeda,” ungkapnya.

Meskipun demikian, secara mendasar, Toyota pun terbuka bagi kerja sama dengan sejumlah entitas, termasuk pemerintah Indonesia lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), guna menghasilkan kendaraan listrik yang sesuai untuk pasar di Indonesia.

“Kami siap untuk berkolaborasi dengan banyak pihak. Nantikan kita mencoba merancang bersama-sama, pada dasarnya segala hal yang dapat kita laksanakan akan kita kerjakan. Selain itu, kita harus melakukan kerjasama bukan saja di tingkat nasional, tapi juga kerjasama antar daerah serta internasional,” tutupnya.

Berikut ini adalah informasinya: dalam sektor elektrifikasi, Toyota tetap bergantung pada mobil Hybrid Electric Vehicle (HEV), yang merupakan fondasi dari penjualannya baik lokal maupun luar negeri.

Berikutnya, penjualan ekspor mobil hybrid Toyota, seperti Innova Zenix dan Yaris Cross Hybrid HEV, mencapai angka 18.553 unit di tahun 2024. Hal ini menunjukkan kenaikan sebanyak 111% jika dibandingkan dengan hasil tahun 2023 yang hanya tercatat 8.792 unit.

Ke dua jenis kendaraan berbasis listrik yang dibuat di pabrik TMMIN Karawang Plant 1 ini makin disukai oleh pembeli internasional dari wilayah Asia, Afrika, Amerika Latin, serta Timur Tengah.

Related posts