Pelajar SMKN 4 Pontianak
Berhasil mengirim roket buatan sendiri pertama di Indonesia, mencapai ketinggian sekitar satu kilometer. Ketiganya adalah anggota tim Mengangkasa yang dididik oleh PT Pasifik Satelit Nusantara atau PSIN.
Pelepasan tersebut adalah komponen dari Misi Bridge kedua, yang terdiri atas tiga kali pelepasan. Saat pelepasan pada hari pertama, Roket Nusantara mampu melambung sampai ke ketinggian 903 meter, dengan perkiraan mencapai satu kilometer menurut observasi mata.
Cocok sekali dengan harapan kami. Kami berhasil menjangkau puncak tujuan yakni nyaris satu kilometer.
engine
“sepertinya berjalan dengan baik,” ujar Space Technology Engineer PSN dan pembimbing tim Roket Nusantara Afiq Hendika Sulistya, demikian dilaporkan dari LinkedIn Pasifik Satelit Nusantara, Rabu (12/3).
Tim Mengangkasa berkolaborasi dengan tim Bamtara Pans, yang memberikan dukungan melalui penyediaan satelit Kensat sebagai payload roket. Ini adalah lanjutan dari misi peluncuran roket Bridge pertama mereka di awal tahun tersebut.
Regu peluncuran telah melaksanakan persiapan yang teliti serta mengulangi tes pada semua bagian roket, termasuk sistem elektronika penerbangan, bahan bakar, parasut roket, alat pelepas api, sampai peranti detonasi. Agar dapat menghindari kemungkinan gagalnya misi tersebut, regu ini menggunakan taktik terbaru dengan cara menempatkan motor roket sesudah roket itu diposisikan di atas landasan peluncur.
“Tujuan utamanya, kita sudah sukses melesat ke ketinggian puncak sekitar 700 meter. Selain itu, kita juga mampu mengumpulkan informasi dari roket tersebut, terlebih soal gerakan, elevasinya, serta orientasinya,” jelas Afiq.
Walaupun sedikit terhambat oleh masalah pada komponen ignitor, kedua peluncaran pada hari pertama tetap dapat berjalan dengan sukses. Berdasarkan data dari sistem telemetri, roket ketiga mampu menembus ketinggian kurang lebih 800 meter, dan untuk roket keempat capaian tinggi mencapai sekitar 903 meter.
“Output pelepasan roket dalam percobaan kali ini sungguh menggembirakan, sebab kami menunjukkan bahwa rancangan kami cukup stabil, serta ketika dilepaskan pada kesempatan ini, roket yang kami kirim berkat Allah berhasil mencapai sasaran,” ungkap anggota tim Roket Nusantara dari SMKN 4 Pontianak, Daris Cahyo Adi.
Dia menyebutkan bahwa Tim Pengembangan Angkasa akan mengevaluasi prosedur sebaran parasut dalam upaya meluncurkan berikutnya. Mereka bertujuan agar peluncuran akhir roket Nusantara mendatang berhasil sempurna, di mana setiap tujuan dicapai serta informasi yang dikumpulkan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan teknis kedepannya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







