Pola Asuh Salah: Bagaimana Kebiasaan Buruk Turun Temurun di Keluarga

Pola Asuh Salah: Bagaimana Kebiasaan Buruk Turun Temurun di Keluarga





,


Jakarta


– Kebiasaan orang tua menjaga Anda ketika kecil terbawa sampai dewasa dan kemudian Anda terapkan lagi pada anak-anak sehingga

pola asuh

pun seperti warisan. Begitu pendapat spesialis trauma dan kecemasan Chris Meaden.

“Cara Anda diperlakukan, hal-hal yang dilalui, dan bahkan momen kecil yang hampir dilupakan meninggalkan bekas pada kesehatan mental Anda saat dewasa,” ujarnya kepada
Mirror
, 24 Maret 2025. Berikut ragam kesalahan

pengasuhan

yang Anda lakukan berdasarkan dampak dari orang tua.


Masalah batasan

Menentukan batas pribadi yang jelas sering kali menjadi tantangan, demikian kata Meaden. Dia menjelaskan bahwa mungkin Anda dididik untuk selalu memprioritaskan kebahagiaan orang lain dan cenderung meremehkan pentingnya kebutuhan diri sendiri jika

orang tua

Atau jika pengasuh mengabaikan perasaan Anda, mungkin Anda sudah mempelari bahwa membuat orang lain senang adalah jalan untuk tetap terlindungi dan dikasihi.


Menghindari konflik

Apabila Anda termasuk orang yang cenderung mencari jalan keluar mudah ketika menghadapi masalah serta lebih memilih untuk menghindar dari konflik dibanding mencari solusinya, hal itu mungkin disebabkan oleh suasana di rumah sewaktu masih kecil yang tidak stabil, sulit ditebak, dan menyeramkan sehingga membuat Anda hanya diam demi menjaga keselamatan diri sendiri. Menurut Meaden, perilaku seperti ini dapat membekas hingga usia dewasa dan menyulitkan seseorang dalam berkata-kata, mendefinisikan batasan pribadi, maupun bertahan pada pendapatnya.


Takut diabaikan

Ketakutan selalu ditinggalkan saat menjadi dewasa mungkin disebabkan oleh pengalaman di masa kanak-kanak, misalnya perceraian atau penolakan. Menurut Meaden, rasa ini dapat bertahan hingga usia dewasa walaupun situasi individu pada kenyataannya sudah baik dan damai.


Hubungan toksik

Jika berada dalam lingkaran setan pola hubungan tidak sehat, bukan berarti semuanya salah pada dirimu ataupun disebabkan oleh nasib buruk. “Mungkin pikiranmu cenderung mempertahankan situasi yang telah menjadi familiar,” ujar Meaden. Dia menjelaskan bahwa jika pengasuhan saat masih anak-anak meliputi rasa sayang namun juga ketidakpastian, kritikan keras serta gangguan emosi, maka jenis hubungan tersebut bisa saja terkesan lebih ‘normal’ dibandingkan dengan suatu hubungan yang sehat, walaupun sebenarnya justru merugikan bagi diri sendiri.


Kecenderungan mengontrol

Apabila orangtua cenderung tidak dapat diprediksi, Anda mungkin akan mencoba untuk mengendalikan semua hal selama masa kanak-kanak demi menjaga rasa aman. Namun, ini bisa menimbulkan masalah saat sudah dewasa, misalnya kesulitan dalam mempercayakan tugas kepada orang lain, merasa stres jika ada perubahan pada rencana yang telah disusun, atau baru bisa bersantai setelah semuanya sempurna sesuai harapan.


Masalah kepercayaan

Anda mengalami kesulitan dalam membangun kepercayaan dan cenderung mencurigai bahwa orang lain memiliki agenda tersembunyi atau berencana untuk mengecewakan Anda, padahal sesungguhnya mereka dapat dipercaya. Perasaaan semacam itu telah muncul sejak masih kecil.

Related posts