[POPULER MONEY] Sri Mulyani Tolak Isu Resign | Alasan IHSG Jatuh dan Diamankan Trading

1. Sri Mulyani Tolak Gosip Resign dari Kabinet Prabowo

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyangkal kabar tentang pengunduran dirinya dari kabinet Merah Putih. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani ketika memberikan konferensi pers mengenai hasil lelang surat utang negara (SUN) di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, pada hari Selasa tanggal 18 Maret 2025.

“Saya tekankan bahwa saya hadir di sini, berdiri dengan teguh tanpa mundur,” ujarnya.

Treasurer of the state revealed that they will continue to maintain national finances by managing the State Budget Revenue and Expenditure (APBN) alongside the team at the Ministry of Finance (Kemenkeu).

Sebab itu, memelihara performa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai alat finansial negara amat vital bagi kelangsungan tercapainya sasaran-sasaran pengembangan yang sudah dirancang oleh pemerintahan serta untuk melestarikan keyakinan publik.

“Itu merupakan kewajiban dan tugas kita semua. Kita akan terus bertahan untuk mengerjakan fokus pengelolaan APBN,” katanya.

Selegkapnya klik
di sini
.

2. Dijadikan Bagian dari Agrinas, 3 BUMN Berikut Akan Mendapat suntukan Dana dari Kemkeu

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana memberikan suntikan dana baru dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) ke tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu terdiri dari PT Virama Karya, PT Yodya Karya, dan PT Indra Karya. Mereka akan diubah statusnya menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta PT Agrinas Palma Nusantara.

“Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyatakan bahwa untuk meningkatkan kemampuan perusahaan, pemerintah berencana menambah Penyertaan Modal Negara ke PT Agrinas Jaladri Nusantara, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta PT Agrinas Palma Nusantara,” ungkap dia pada konferensi pers APBN KiTa 2025 bulan Februari tahun 2025 yang diselenggarakan di kantor pusatnya di Jakarta, seperti dilaporkan Senin (17/3/2025).

Selengkapnya klik
di sini
.

3. Organisasi Kemasyarakatan Meminta THR kepada Pebisnis, Pemerintah Mengambil Tindakan Hukum

Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Pengolahan/Bekas Warga Utama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menyebut bahwa mereka sedang bekerja sama dengan penegak hukum dalam meresolve masalah terkait kegiatan suatu organisasi masyarakat (ormas) yang belakangan ini mendesak tentang upah lebaran atau THR.

Todotua mengatakan bahwa masalah tersebut adalah sesuatu yang sangat spesial sehingga memerlukan pengawasan yang lebih.

“Benar (pertanyaan terkait ormas menginginkan THR) merupakan masalah yang sangat spesifik,” ungkap Todotua di Markas Besar Kementerian Investasi pada hari Selasa (18/3/2025).

“Serta kami tetap menjalin koordinasi dengan petugas penegak hukum agar dapat mengatasi hal tersebut,” lanjutnya.

Selengkapnya klik
di sini
.

4. Indeks Harga Saham Gabungan Turun, Saham Apa yang Tetap Pantas Dibeli di Tengah Tekanan Pasar yang Besar?

Di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lima persen yang memicu trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), investor perlu lebih selektif dalam memilih saham yang masih memiliki prospek cerah.

Walaupun ada banyak tekanan dari pasar disebabkan oleh gangguan global dan ketidakpastian di dalam negeri, masih terdapat sejumlah saham yang pantas dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang Anda.

Menurut Harry Su, Direktur Manajer Riset dan Produksi Digital PT Samuel Sekuritas Indonesia, ada sejumlah saham yang tetap mengundang minat meskipun dalam situasi saat ini seperti Indofood CBP (ICBP), Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), serta Japfa Comfeed Indonesia (JPFA).

“Saham-saham di sektor ini cenderung lebih stabil karena memiliki permintaan yang kuat, meskipun kondisi ekonomi sedang tertekan,” jelas Harry, melalui keterangannya, Senin (18/3/2025).

Selengkapnya klik
di sini
.

5. Indeks Saham Gabungan Turun Drastis sampai Jeda Perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Penurunan Kepercayaan Para Investor

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara transaksi untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal sesi perdagangan hari Selasa tanggal 18 Maret 2025. Ini menjadi kali pertama henti perdagangan terjadi sejak Maret 2020 setelah adanya pandemi COVID-19.

Apakah keyakinan pemodal memudar sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh sampai 5 persen pada pukul 11:19 WIB?

Menurut Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, alasan utama mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot sehingga Bursa Efek Indonesia harus melakukan penhentian perdagangan adalah karena perekonomian dalam negeri sedang lesu. Hal ini menyebabkan para investor ragu-ragu untuk memasukkan uang mereka ke instrumen dengan tingkat risiko tinggi tersebut.

Beberapa faktor menjadi alasan mengapa IHSG menurun. Salah satunya adalah dampak dari laporan APBN Februari yang tidak baik serta prospek keuangan pemerintah yang suram hingga tahun 2025, jelas Wijayanto pada hari Selasa kemarin.

Selengkapnya klik
di sini
.

Related posts