Putin Inginkan Pemerintahan Sementara di Ukraine untuk Mengakhiri Perang

Putin Inginkan Pemerintahan Sementara di Ukraine untuk Mengakhiri Perang

Presiden Rusia Vladimir Putin menyarankan bahwa Ukraina harus berada di bawah administrasi sementara sehingga dapat menyelenggarakan pemilihan umum baru serta melakukan negosiasi tentang persetujuan krusial untuk mencapai resolusi konfliknya.

Dikutip dari
Reuters
, pada hari Jumat (28/3), pernyataan tersebut disampaikan oleh Putin ketika ia berkunjung ke pelabuhan Murmansk. Komentar ini keluar sementara Amerika Serikat berupaya menemukan solusi untuk konflik dengan cara mereformasi hubungan mereka dengan Rusia serta terlibat dalam diskusi terpisah bersama Moskow dan Kiev.

Putin sebelumnya menyebut bahwa Ukraina dan para pemimpin di Eropa berusaha memperpanjang gencatan senjata tanpa memiliki tekad sungguhan untuk mengakhiri perang tersebut.

Pendapat Putin mengenai pemerintahan transisi merespons kritik yang telah ada selama ini tentang keabsahan otoritas Ukraina sebagai lawan bicara dalam perundingan. Ini disebabkan karena Presiden Volodymyr Zelensky masih memegang kendali meskipun masa jabatan resminya seharusnya berakhir di bulan Mei tahun 2024.

“Secara umum, pemerintahan transisi bisa ditetapkan di Ukraina dengan dukungan dari PBB, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta partner kami,” ujar Putin.

“Untuk menciptakan pemilu yang adil dan memilih pemerintah yang kompeten serta terpercaya oleh publik, setelah itu baru kita bisa mendiskusikan kesepakatan damai bersama mereka,” katanya.

Putin menyebutkan bahwa usaha Trump untuk berdialog lebih lanjut dengan Ukraina mencerminkan keinginan politikus Partai Republik tersebut terhadap kedamaian.

“Menurut pendapatku, presiden yang dipilih di Amerika Serikat benar-benar berkeinginan untuk menyelesaikan perang karena beberapa sebab,” katanya.

Merespons pernyataan Putin tersebut, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintah di Ukraina diputuskan berdasarkan konstitusi serta penduduk setempat. Sampai sekarang, Ukraina belum memberikan komentar atas hal ini.

Trump menyebut dirinya sebagai mediator untuk mempercepat penghentian konflik, namun serangkaian diskusi tersebut belum mencakup persyaratan yang benar-benar baru.

Related posts