JAKARTA,
– Hyundai Ioniq 5 N adalah kendaraan listrik dengan kinerja superior.
Berbeda dari model standar, Ioniq 5 N menjadi bagian dari Hyundai N Brand, yakni sebuah cabang spesialis yang berfokus pada pembuatan kendaraan untuk memberikan pengalaman mengemudi yang memukau kepada konsumennya.
petrolhead
.
Namun, dibalik kekuatan dahsyatnya terdapat sebuah masalah pada salah satu fungsinya yang mengharuskan Hyundai melakukan recall atau pengambilan kembali hampir 1.500 unit mobil Ioniq 5 N di seluruh Amerika Serikat.
Dikutip dari
Carscoops
, Selasa (18/3/2025), informasi recall Ioniq 5 N dikeluarkan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA). Disebutkan bahwa mode pengereman kaki kiri mobil (
left-foot braking
) sebagai penyebabnya.
Seperti yang terdapat dalam nama fiturnya, modus ini mengizinkan pengendara menekan rem dan gas secara bersamaan.
Mode ini menawarkan sensasi mengemudi yang lebih menyenangkan, khususnya saat digunakan di trek sirkuit.
Akan tetapi, dalam beberapa kasus, perangkat lunak yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan tekanan pada sistem Anti-lock Braking System (ABS), sehingga mungkin menurunkan efesiensi rem.
Ini secara jelas menambah potensi kecelakaan, khususnya pada rute tempat pengendara amat mengandalkan sistem rem.
Hyundai mengumumkan adanya 1.508 unit Ioniq 5 N yang perlu ditarik kembali, dengan rentang waktu produksi dari 18 Desember 2023 hingga 10 Desember 2024.
Perusahaan berencana untuk memberitahu diler dan pemilik Ioniq 5 N tentang recall pada 7 April 2025. Diler Hyundai diminta untuk segera memperbarui perangkat lunak Integrated Electronic Brake (IEB) dan Vehicle Control Unit (VCU) untuk memperbaiki permasalahan tersebut.
Di samping itu, Hyundai juga menganjurkan para pemilik Ioniq 5 N agar tidak lagi menggunakan fungsi left-foot braking demi mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Bagaimana keberadaan unit Hyundai Ioniq 5 N di pasaran Indonesia?
Sudah menanyakan informasi kepada Hyundai Motor Indonesia (HMID) tentang masalah tersebut. Tetapi sampai berita ini dirilis, belum ada respon yang diterima.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







