Saham Turun, Tapi Kenapa Harus Menunggu? Pendapat Para Investor Soal IHSG yang Anjlok dan Prospek Masa Depan

Saham Turun, Tapi Kenapa Harus Menunggu? Pendapat Para Investor Soal IHSG yang Anjlok dan Prospek Masa Depan



– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penahanan sementara transaksi (صندVMLINUX

trading halt)

Pada hari Selasa tanggal 18 Maret 2025 sekitar pukul 11:19.


Trading halt

Berlaku saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 5 persen dalam sehari, maka aktivitas trading saham akan ditangguhkan selama setengah jam.

Pada akhir perdagangan sesi awal, IHSG merosot 6,12 persen atau turun sebanyak 395,86 poin mencapai angka 6.076,08.

Ini merupakan pemberlakuan

trading halt

Pertama kali setelah lima tahun semenjak pandemic COVID-19.

Meragukan kepercayaan para investor terhadap kondisi ekonomi negeri tersebut.

Menjawab situasi tersebut, seorang investor berstatus sebagai pemegang saham bernama Uzi (30) menyatakan perasaannya terpukau karena penurunan IHSG yang diikuti

suspend

sementara barang-barang saham lokal untuk sementara.

“Hampir di penghujung tahun lalu kondisinya masih cukup baik, ya. Namun, kini justru mengalami penurunan yang signifikan,” ujar Uzi ketika dihubungi.

,

Selasa.

“IHSG jika sudah mengalami penurunan, kenaikan menjadi sulit. Sebab dibutuhkan tingkat kepercayaan yang lebih besar dari para investor seperti itu,” jelasnya.

Meskipun begitu, dia memutuskan untuk tidak melepas portofolio sahamnya dan terus bersabar menantikan hasil yang lebih baik.

Kita tunda dulu ya, kita nunggu pulang sedikit lagi.

ijoan

gitu,” jelas dia.

Orang yang berkarir di sebuah kantor pemerintah mengira bahwa penurunan harga saham tersebut disebabkan oleh ketakutan atau keraguan para pemodal terhadap situasi ekonomi negeri pada masa mendatang.

Setuju pula, seorang investor bernama Mami (26) mengalami perasaan serupa karena penurunan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut dia, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa jadi disebabkan oleh situasi ekonomi yang tidak baik serta kurangnya kepercayaan publik di Indonesia terhadap pemerintahan.

“Berdasarkan penyebabnya yang disebabkan oleh situasi ekonomi yang tidak baik, kemampuan konsumen untuk membeli barang menurun serta kurang adanya kepercayaan kepada pemerintahan, saya rasa hal ini memiliki dampak,” jelas Mami ketika diwawancara secara terpisah pada hari Senin.

Sayangnya, angka IHSG yang anjlok biasanya akan cukup sulit untuk naik atau membutuhkan waktu yang lama.

“Saat ini membutuhkan banyak waktu. Jika perlu berakhir dengan cara seperti itu, tentu akan memakan waktu untuk kembali pulih,” kata Mami.

Related posts