Karena Kesalahan Pengertian, Pecco Bagnaia Gagal Berganti ke Desmosedici GP24
Karena Kesalahpahaman, Pecco Bagnaia Batalkan Rencana Mengganti Ke Desmosedici GP24
Pecco Bagnaia gagal memulangkan diri ke motor Desmosedici GP24, pada akhirnya memberikan penjelasan sebelum MotoGP Amerika tahun 2025.
/ Sport
Rezki Alif Pambudi 28 Maret pukul 12:00 siang 28 Maret pukul 12:00 siang
Akhirnya Pecco Bagnaia menjelaskan pernyataannya yang menuai kontroversi tentang beralih ke motor baru di awal MotoGP Amerika pada tahun 2025 mendatang.
Segalanya dimulai setelah akhir perlombaan di Argentina, tempat Pecco Bagnaia merasa kurang senang dengan penampilannya dan menginginkan penggunaan sepeda motornya yang lebih dulu, yakni Desmosedici GP24.
Pemenang gelar MotoGP sebanyak dua kali tersebut mengalami ketidaknyamanan dengan motornya, hal ini menyebabkannya terus menerus dikalahkan oleh Marc Marquez dan Alex Marquez di dalam dua balapan yang telah dilangsungkan.
Banyak pendukung membalas komentar itu, menyebabkan perselisihan yang terus-menerus.
Mulai dari kemampuan Bagnaia untuk beralih ke motornya, jenis suku cadang apa yang akan diubah, sampai berbagai komentarnya lainnya.
“Buat perlombaan selanjutnya, kemungkinan besar saya akan mengembalikan spesifikasi motor dari tahun sebelumnya secara keseluruhan,” ungkap Bagnaia setelah bertanding di Argentina kurang lebih dua minggu yang lalu.
“Sebab sekarang, perasaanku sedikit terganggu. Kita memerlukan jawaban atas masalah ini,” katanya seperti dikutip dari Paddock-GP.
Dalam wawancara terbaru yang dilakukannya, Bagnaia menyatakan tegas bahwa ia tak berencana untuk pindah kembali ke motornya lama.
Pembalap ber nomor 63 tersebut menyatakan bahwa pernyatan itu hanyalah sebuah miskomunikasi diantara dia dan sang wawancara.
Bagnaia menyatakan bahwa kemungkinan besar kesalahpahaman terjadi karena dia sendiri yang tidak tepat saat mengekspresikan perasaannya dalam bahasa Inggris.
“Beda dengan mengungkapkan hal-hal dalam Bahasa Inggris, sepertinya saya kurang mahir,” ujar Bagnaia saat diwawancarai oleh MotoGP.com.
Tujuan awal pembalap asli Italia tersebut adalah untuk merasakan kembali sensasi lama, bukan mengenalkan lagi motornya yang dulu.
“Sebab poin utama yang ingin saya sampaikan adalah saya berharap bisa merasakan lagi sensasi naik motor seperti pada MotoGP 1924, bukan menggantinya dengan motor tersebut, selain itu hal itu tak dapat direalisasikan,” terangnya.
Menurut dia pula, motor Desmosedici GP25 sesungguhnya banyak mempertahankan komponen lama dari GP24 dan memiliki potensi yang sangat baik.
Maka saya menyadari bahwa sepeda motornya memiliki potensi yang lebih baik lagi, dan Marc membuktikannya. Saya hanya perlu berkonsentrasi untuk mengembalikan rasa atau insting balap saya.
Copyright 2025
Related Article







