Septian Bagaskara: Kisah Terkejutnya Mendapat Panggilan ke Timnas Indonesia di Bawah Patrick Kluivert

Septian Bagaskara: Kisah Terkejutnya Mendapat Panggilan ke Timnas Indonesia di Bawah Patrick Kluivert





,


Jakarta


– Nama Septian Bagaskara terdaftar di antara 27 atlet yang telah dilibatkan untuk mengikuti latihan tersebut.

timnas Indonesia

Di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivirer dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 di zona Asia, dia mendapatkan perhatian besar. Ini merupakan kesempatan istimewa bagi dirinya memakai kostum Timnas Indonesia atau yang dikenal sebagai Jersey Garuda.

Pemain serangan dari Manchester United yang berumur 27 tahun tersebut belum pernah memiliki kesempatan untuk bergabung dengan timnas Indonesia saat dibesut oleh pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Namun kali ini, Kluivert telah meneleponnya agar ikut bersama pemain-pemain nasional lainnya dalam rangka persiapan menghadapi pertandingan away kontra Australia serta laga home melawan Bahrain pada tanggal 20 dan 25 Maret nanti.

Septian mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya diberi kesempatan untuk bergabung dengan tim nasional Garuda. Dia tidak menyangka akan dipanggil karena saat itu sedang fokus bermain di klub masing-masing. Ia pun mensyukuri ini dan berkata, “Alhamdulillah ada panggilan ke timnas Indonesia.” Seperti yang dilaporkan oleh situs resmi PSSI pada hari Kamis, sebagaimana dikutip.

Antara.

Pemanggilan ini tampaknya tidak terlepas dari penampilannya yang luar biasa di Dewa United musim ini. Bersama sang pelatih Jan Olde Reikerink, atlet asal Kediri tersebut sudah mengemas tujuhan gol sepanjang musim dan berkontribusi besar dalam mendorong tim meraih posisi kedua pada tabel klasemen sementara Liga 1 setelah minggu ke-27, dengan ketegangan poin tipis mempertahankan jarak mereka dari unggulan pertama Persib Bandung.

Bila dibandingkan dengan para striker Tim Nasional Indonesia yang dikenal sebagai Kluivert, Septian jadi pencetak gol terbanyak. Ramadhan Sananta berhasil menyumbangkan empat gol bagi Persis Solo, Hokky Caraka mendapat tiga gol untuk PSS Sleman, sementara itu Rafael Struik memasukkan satu gol ke gawang Brisbane Roar dan Ragnar Oratmangoen juga membukukan satu gol untuk NEC Nijmegen.

Oleh Romeny yang kini merintis karir internasional dengan Tim Nasional Indonesia telah mencetak total tiga gol. Dia mengemas dua gol saat membela FC Utrecht dan satu lagi untuk klub barunya, Oxford United.

Di timnya, Dewa United, Septian meraih status sebagai pencetak gol terbanyak urutan kedua sesudah Egy Maulana Vikri yang menciptakan 11 gol dalam kompetisi Liga 1. Setelah masuk ke tim nasional Indonesia, ia bertekad untuk menyumbang performa terbaiknya.

Dia bersikeras untuk menampilkan performa terbaiknya saat membela tim nasional Indonesia. “Siapapun yang kelak dipercayakan untuk bermain tentunya menginginkan penampilan terbaik serta memberikan segalanya demi timnas Indonesia. Kami semua mendukung satu sama lain dan mencoba semaksimal mungkin dalam tiap laga,” katanya.

Patrick Kluivert bersama asisten-nya yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat pernah menyaksikan secara langsung performa Septian ketika Dewa United berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 dalam pertandingan lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, tanggal 8 Februari kemarin. Pada kesempatan tersebut, Septian masuk sebagai pengganti Egy Maulana Vikri tepat sebelum sisa waktu normal pertandingan tersisa hanya 12 menit lagi.

Laga antara tim nasional Indonesia melawan Australia dalam pertandingan ketujuh Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk wilayah Asia di Sydney pada tanggal 20 Maret mendatang bakal jadi penampilan perdana Patrick Kluivert sebagai sang juru taktis Tim Nasional Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan “Garuda”. Mantan pemain klub Barcelona tersebut telah ditunjuk oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) guna menempati posisi pengganti Shin Tae-yon dari negara Korea Selatan mulai 8 Januari kemarin.

Setelah pertandingan itu, Kluivert berencana untuk mengarahkan tim nasional Indonesia saat melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada tanggal 25 Maret, sebagai bagian dari kompetisi yang sama. Ia bertujuan meraih total empat angka dari kedua laga ini agar dapat terus mempertahankan peluangnya masuk ke Piala Dunia 2026.

Related posts