Swiss Open 2025 – Dua Pemain Ganda Putra Malaysia Tumbang, Legenda Bulu Tangkis Marah: Apa Gunanya Peringkat 2 Dunia?

Swiss Open 2025 – Dua Pemain Ganda Putra Malaysia Tumbang, Legenda Bulu Tangkis Marah: Apa Gunanya Peringkat 2 Dunia?


Gagalnya pasangan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang secara total tersingkir pada putaran awal Swiss Open 2025 telah mengundang kritikan pedas dari mantan pemain badminton terkenal, Jalani Sidek.

Goh/Izzuddin sekali lagi gagal di putaran awal turnamen setelah tersingkir pada ronde 32 besar Swiss Open 2025 yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Switzerland, pada hari Selasa (18/3/2025).

Hasil itu bahkan lebih rendah daripada ketika dia kalah di ronde kedua All England Open 2025 minggu lalu.

Selain itu, sang juara bertahan asal Malaysia yang berperingkat kedua di dunia tiba sebagai unggulan utama.

Tetapi mereka malah tersandung oleh pasangan underdog asal Jepang, Hiroki Midorikawa/Kyohei Yamashita.

Goh/Izzuddin terpaksa menghadapi pertandingan rubbergel yang berakhir dengan antisipasi yang mengecewakan dengan skor 23-25, 21-15, dan 11-21 selama 54 menit.

Kekecewaan itu makin menjatuhkan moral tim karena menunjukkan performa yang tidak stabil ketika telah mencapai posisi puncak dalam kariernya.

Setelah mengamankan kemenangan di turnamen India Open 2025, peringkat Goh/Izzuddin semakin kuat berada dalam tiga besar dan saat ini menjadi pasangan pemain nomor dua di dunia.

Sebagai pasangan bebas, capaian mereka sangat luar biasa. Bahkan, mereka mengungguli Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang merupakan unggulan utama tim nasional BAM dalam nomor ganda putra.

Namun, karena kekalahan yang dialami di Swiss beberapa hari lalu, mereka mendapat kritikan tajam dari salah satu legenda ganda putra negara tetangga, Jalani Sidek.

Jalani Sidek, yang pernah merasakan kejayaan sebagai pemain ganda putra terbaik dunia bersama Razif Sidek, adalah seorang eks pegolf ternama dari Malaysia.

Beraktifitas pada dekade 1980-an, Jalani Sidek sudah meraih gelar juara Asia, dua medali emas dari Piala Dunia, serta mendapatkan satu medali perak dan satu lagi perunggu dalam Kejuaran Dunia. Selain itu, dia juga memenangkan satu medali perak dan satu lainnya perunggu di ajang Asian Games, tidak lupa ia juga membawa pulang satu medali perunggu dari Olimpiade Barcelona yang diselenggarakan pada tahun 1992.

Dengan sejumlah pencapaian gemilang, Jalani sangat menyesalkan ketidakkonsistenan Goh/Izzuddin yang seharusnya tidak terjadi. Terlebih lagi dalam turnamen Super 300 tersebut.

“Bila mereka sungguh-sungguh dianggap sebagai pasangan peringkat kedua terbaik di dunia, mereka harus membuktikan hal tersebut dengan mengatasi pasangan Jepang yang belum banyak dikenali,” demikian kata Jalani Sidek dilansir dari Harian Metro.

Sungguh disayangkan, mereka telah berusaha ekstra untuk mendapatkan posisi tersebut, namun gagal dalam menjaga kestabilannya.

“Apakah yang sedang mereka kerjakan?” tanyanya.

Mantan atlet yang telah berumur 61 tahun tersebut pun mengomentari bahwa Goh/Izzuddin sepertinya belum siap dengan harapan masyarakat kepada mereka saat sudah mencapai posisi puncak di tingkat global.

Seiring dengan peningkatan kinerja yang signifikan sejak pertengahan tahun lalu, Goh/Izzuddin harusnya menyadari bahwa banyak pasukan pesaing mengamati mereka, mengevaluasi kekuatan dan kelemahan mereka.

Di samping itu, Jalani juga menegur argumen standar ketika mereka berkicau bahwa musuh lebih siap, persiapan yang kurang matang, atau sekadar menggunakan turnamen tersebut sebagai persiapan untuk kompetisi penting mendatang.

Ini membuktikan bahwa para pemain lainnya pun menjalani latihan yang sengit. Bila mereka tak mampu mengendalikannya, bagaimana dengan adanya status sebagai pemain ganda putra peringkat kedua di dunia ini?

Sering kali saat kami (masyarakat Malaysia) berharap, situasi pun kembali seperti ini.

Kenapa tidak menjaga posisi Anda sekolah (ganda unggulan)? Jika alasan kurang persiapan, mungkin lebih baik tidak ikut serta dalam turnamen tersebut.

Tak perlu menyebut akan mencoba-coba dulu, lalu benar-benar bertanding di turnamen lain seperti Asian Championships mendatang. Di situ nantinya pun hanya akan menghadapi pasangan dari benua Asia, bukan Eropa,” jelas Jalani Sidek.

Kegagalan pasangan Goh/Izzuddin semakin menyakitkan bagi bulu tangkis negara jiranan, sebab hal itu mengonfirmasi bahwa seluruh kategori ganda putra Malaysia telah tersingkir di turnamen di Basel.

Di luar itu, dua peserta tambahan yakni Ong Yew Sin/Teo Ee Yi serta Nur Mohd Azryin/Tan Wee Kiong juga gagal melanjutkan perjalanan mereka pada putaran awal Swiss Open 2025.

Related posts