Seorang influencer asal Cina yang bertempat tinggal di Taiwan diperingati agar segera meninggalkan daerah tersebut dalam waktu beberapa hari berikutnya, jika tidak akan ditendang keluar. Anjuran ini datang dari pemerintahan Taiwan menyusul dukungan influencer tersebut pada ide bahwa Cina dengan paksa dapat merebut Taiwan.
Tindakan tersebut dilakukan ketika tensi antara keduanya memburuk seiring dengan peningkatan kecurigaan mengenai intervensi China dalam operasi pengaruhnya di Taiwan.
” perilaku dukungan terhadap hilangnya kedaulatan Taiwan tak bisa diterima oleh penduduk setempat,” ujar Badan Imigrasi Nasional Taiwan (NIA), yang sudah menghapus visa sang influencer tersebut, demikian dilansir dari sumber tersebut.
BBC
, Selasa (18/3).
Influencer tersebut dikenal sebagai Liu, yang bermigrasi dari Cina ke Taiwan menggunakan visa istri setelah pernikahanannya dengan seorang pria asli Taiwan.
Laporan media setempat menyebutkan bahwa Liu diharuskan meninggalkan Taiwan sebelum tanggal 24 Maret atau akan dipaksa deportasi. Lembaga Imigrasi dan Kepabeanan Nasional (NIA) juga menambahkan bahwa Liu dilarang mengajukan visa tanggungan dalam jangka waktu lima tahun mendatang.
Liu yang dikenal di media sosial sebagai yaya di Taiwan secara rutin mengunggah video komentar pro Beijing bersama putrinya yang masih kecil.
Pada videonya tersebut, Liu merujuk pada Taiwan sebagai ‘pulau Taiwan’ dan mendeklarasikan klaim Tiongkok bahwa Taiwan merupakan bagian integral tak terpisahkan dari negara mereka.
China menyatakan bahwa Taiwan, yang memiliki pemerintahannya tersendiri, adalah bagian integral dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kekuatan militer demi merebut Taiwan. Sementara itu, Taiwan melihat negaranya sebagai entitas yang berbeda dari China.
“Penggabungan total wilayah negara adalah sebuah kebutuhan, tidak peduli apa yang menjadi keinginan penduduk Taiwan,” ujar Liu dalam salah satu klipnya di Douyin, versi China dari TikTok. Ia mempunyai 480 ribu penyuka atau subscriber.
Liu mengunggah di Douyin pada bulan Februari bahwa dirinya tak berniat menyerah setelah kritikan tentang videonya semakin bertambah.
Liu berupaya menyebarkan pesan positif dari kedua belah pihak lewat videonya dengan tujuan untuk meredakan perbedaan di antara masyarakat.
“Aku hanya melakukan analisis dengan cara yang obyektif dan mengungkapkan pendapatku. Orang-orang yang mendukung kemerdekaan Taiwan-lah penyebab utama dari dampak buruk terhadap masyarakat di sana,” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Taiwan Liu Shyh-fang menyuarakan kritikan terhadap pernyataan Liu tersebut dan menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan dalih untuk mendorong serangan ke Taiwan.
Liu merupakan salah satu dari 360 ribu penduduk Tiongkok yang telah menikahi orang asal Taiwan dan bertempat tinggal di sana. Kebijakan terkait perkawinan antar warga Tiongkok dan Taiwan kini menjadi lebih hati-hati seiring dengan peningkatan tensi politik dua negara tersebut.
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyerukan kontrol yang lebih ketat terhadap pertukaran lintas negara yang oleh China dinilai menciptakan perpecahan internal di Taiwan.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







