IKABARI.CO.ID, WASHINGTON — Donald Trump mengungkapkan kemarahannya yang besar serta kekecewaannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin berkaitan dengan pernyataan terbarunya seputar Presiden Ukraina Zelensky. Reaksinya muncul setelah Putin berbicara pada hari Jumat lalu tentang pentingnya adanya pemerintahan transitif baru di Ukraina.
Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan bea tambahan untuk seluruh ekspor minyak dari Rusia apabila pemerintah di Moscow menjadi biang kerok kegagalan dalam menegakkan gencatan senjata tersebut.
Seperti dilansir
BBC,
Dalam tanggapan berikutnya, Trump menyatakan kembali ketidaksenangannya namun ia masih percaya bahwa sikap Putin mungkin akan membaik.
Analisis yang disampaikan oleh Steve Rosenberg dari Moskow menunjukkan bahwa Putin kemungkinan besar tidak akan terpengaruh oleh ancaman Trump. “Saya tidak mengira Putin akan merasakan kecemasan,” ujarnya.
Pada saat yang sama, konflik di Ukraina masih berlangsung. Rusia melancarkan serangan lagi di Kharkiv pada malam kedua berturut-turut, sementara laporan mengindikasikan adanya penyerangan menggunakan pesawat tanpa awak di seantero negara tersebut.
Sanksi Uni Eropa
Terpisah, hukuman internasional terhadap Rusia diperkirakan akan jadi elemen dari pakta perdamaan final tentang Ukraina. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio melalui keterangan pers yang dibagikan Departemen Luar Negeri pada hari Jumat (28/3).
Saat diminta memperkirakan durasi negosiasi, Rubio menyatakan ia tak dapat menentukan waktunya dengan pasti, sebab hal tersebut bergantung pada pihak lain yang bukan AS dan sekutunya.
“Semua ini tergantung pada keputusan Rusia dan Ukraina. Tambahan dari hal tersebut, kita perlu mempertimbangkan posisi sekutu kita di Eropa yang telah menerapkan sanksi, seperti pendapat saya seharusnya dimasukkan dalam persetujuan final,” katanya.
Rubio mengatakan bahwa diskusi saat ini masih dalam tahap ‘teknis’, dan Amerika Serikat harus meninjau kembali hasil dari pertemuan di Arab Saudi sebelum mereka memilih untuk mendorong negosiasi ke level yang lebih tinggi.
“Kami akan berkumpul bersama tim (negosiator AS) untuk melaporkan hasilnya kepada Presiden, setelah itu kita akan merencanakan tindak lanjut,” ujar Rubio.







