Tujuh Tahun Berlalu: Hanya Dua dari 12 Kota yang Sukses Ubah Sampah menjadi Energi

Tujuh Tahun Berlalu: Hanya Dua dari 12 Kota yang Sukses Ubah Sampah menjadi Energi



Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa implementasi pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) masih belum dimulai di 12 kota yang sudah dipilih oleh pemerintah.

Menurut Peraturan Presiden (Perpres) No. 35 Tahun 2018 mengenai Penyelenggaraan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah menjadi Energi Terbarukan dengan Teknologi Hijau, ada 12 kota yang dipilih sebagai tempat untuk membangun instalasi PLTSa.

12 kota yang dimaksud mencakup Jakarta, Tangerang Selatan, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, serta Manado.

AHY menyebutkan bahwa 12 kota tersebut perlu memusatkan upaya mereka pada penanganan limbah yang bisa diubah menjadi sumber daya listrik.

Meskipun telah berlalu tujuh tahun sejak dikeluarkannya Perpres 35/2018, hanya ada dua kota yang sampai saat ini sudah menerapkannya.

“Kita pahami bahwa belum semua lancar, malahan mungkin hanya sekitar dua kota saja yang sudah siap, yaitu di Surabaya tepatnya di Benowo serta di Solo atau Surakarta. Lokasi lain tetap menghadapi beberapa hambatan,” ungkap AHY setelah mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Rabu (13/3/2025).

Oleh karena itu, masalah tersebut akan dinilai oleh Tim Gabungan (Tim Gabung) Percepatan Penanganan dan Pengelolaan Sampah Nasional.

Dimana AHY sudah menerima instruksi dari Prabowo untuk mengorganisir Satgas itu dalam Ratas.

“Ini adalah titik di mana kami berencana untuk menganalisis bagian mana yang memerlukan penyelesaian,” tegasnya.

Related posts