Waktu Aman Berkendara untuk Perjalanan Mudik Lebaran

Waktu Aman Berkendara untuk Perjalanan Mudik Lebaran


JAKARTA,

– Perayaan mudik pada hari raya Idul Fitri adalah suatu kebiasaan untuk sejumlah orang di Indonesia.

Bukan cuma untuk berkunjung ke keluarga saat lebaran, banyak yang memanfaatkannya sebagai kesempatan liburan.

Untuk beberapa orang, melakukan perjalanan pulang kampung bisa menjadi suatu tantangan, terlebih lagi bagi para supir yang bepergian sendiri tanpa gantinya.

Karena, mengemudi secara berturut-turut tanpa ada pergantian pengendara sangat membahayakan.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para pemudik untuk memodifikasi keterampilan mereka dalam berkendara, terutama terkait dengan waktu mengendarai kendaraan.

Direktur Pelatihan Konsultan Keamanan Defensif di Indonesia, Sony Susmana, menyebut waktu ideal untuk mengemudi adalah antara dua setengah hingga tiga jam.

“Bagian paling sulit dalam berkomitmen adalah perjalanan kendaraan, karena kebanyakan orang mudik mencoba menghemat waktu tiba. Jadi, durasi ideal untuk berkendara adalah antara dua setengah hingga tiga jam jika lalu lintas Lancar. Namun, batasan atasnya adalah empat jam ketika jalannya macet,” ungkap Sony sewaktu diwawancara.


, Selasa (18/3/2025).

Sony menyatakan bahwa setiap saat berubah menjadi satu menit, para pengendara akan merasakan penurunan konsentrasi karena harus bertahan dalam posisi duduk untuk jangka waktu tertentu.

Ini disebabkan oleh aliran darah dan oksigen yang terhambat dalam tubuh.

“Untuk mengatasinya bukan hanya dengan berhenti, tetapi juga harus melalui istirahat. Tingkatkan kinerja Anda melalui stimulasi otot, otak, dan saraf agar perjalanan selanjutnya menjadi lebih segar,” ujar Sony.

Sony juga menyarankan agar para pengendara harus istirahat yang cukup terlebih dahulu sebelum memulai perjalanannya jarak jauh.

“Lebih baik sebelum memulai petualangan tersebut istirahat selama 6-7 jam. Sedangkan untuk menentukan waktu keberangkatan, bisa dilakukan kapan saja, entah itu malam hari atau pagi hari, sesuaikan dengan kondisi setiap orang. Yang terpenting adalah mengerti potensi bahaya yang akan dijumpai ketika dalam perjalanan,” jelas Sony.

Related posts