,
Jakarta
– Ratusan mahasiswa
Universitas Trisakti
menurunkan paksa
Menteri Hukum
Supratman Andi Agtas keluar dari kendaraannya. Politikus dari Partai Gerindra tersebut diundang untuk bergabung dalam diskusi dengan para mahasiswa.
Berdasarkan pengamatan
Tempo
di lokasi, Supratman yang menumpangi kendaraan Toyota Alphard melintas dengan pengawalan di Jalan Lapangan Tembak Senayan pada pukul 16.15. Ratusan mahasiswa Trisakti yang tengah berdemonstrasi menolak Revisi Undang-Undang TNI melihat adanya kendaraan Supratman yang mendekati depan Gerbang Pancasila DPR.
Kendaraan itu diberhentikan dan Supratman diminta turun dari kendaraannya. Supratman menolak untuk membuka pintu. Namun, tekanan massa membuat dia tak memiliki pilihan.
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Faiz Nabawi Mulya meminta Supratman untuk duduk meriung bersama mahasiswa dan anggota Komisi XIII DPR Vita Ervina yang sebelumnya tiba lebih dulu. “Kami meminta bukan lagi untuk beraudiensi, tapi menolak RUU TNI,” kata Faiz dalam diskusi di Gerbang Pancasila DPR, Rabu, 19 Maret 2025.
Dia juga meminta pendapat sebenarnya dari Supratman dan Vita mengenai diskusi revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia. “Kami harap Bapak dan Ibu akan mendukung rakyat dengan menentang Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia ini,” kata Faiz.
Supratman menimpali hal tersebut dengan mengatakan bahwa ia akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada kementerian terkait dan pimpinan DPR. “Karena bukan saya yang kementerian teknis. Jadi saya akan sampaikan ini,” ujar Supratman.
Sementara itu, Vita Ervina tak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan mendukung aksi mahasiswa Trisakti. “Saya mendukung adik-adik,” kata dia.
Sekarang, delapan kelompok di DPR telah setuju agar rancangan perubahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) diajukan dalam sidang pleno untuk ditetapkan sebagai hukum yang berlaku. Wakil Ketua Komisi Bidang Pemerintahan DPR, Dave Akbarshah Fikarno Laksono menyampaikan bahwa ada peluang besar jika usulan tersebut mungkin akan dipresentasikan kembali saat sidang paripurna pada Hari Kedua Jumat, tanggal 21 Maret 2025 mendatang.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







