– Lebaran merupakan kesempatan ideal untuk melakukan silaturahmin dan merayakan kebersamaan dengan anggota keluarga. Pada saat istimewa ini, beragam sajian makanan enak disajikan yang memicu nafsu makan bagi para tamu.
Bermacam-macam kudapan lebaran terdapat di atas meja, termasuk nastar, kue salju, kue sagu, kastengel, hingga hidangan berkuah santan dengan rasa gurih dan gemuk.
Idul Fitri sering kali dijadikan kesempatan untuk ‘membalas dendam’ meskipun kita telah mencoba mempertahankan diet yang baik selama bulan puasa. Banyak gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, serta penumpukan asam urat dapat menyerang apabila pengaturan porsi makan kurang diperhatikan.
Mengambil data dari pkgm.fk.ugm.ac.id, berikut beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan guna mencegah kemungkinan timbulnya gangguan kesehatan pasca menikmati hidangan dan cemilan lezat saat perayaan Idul Fitri.
1. Kelola Porsi Makanan dengan Santan dan Lemak
Banyak sajian hari raya yang memiliki kadar kalori tinggi, misalnya masakan dengan kuah santan atau gemuk. Jika dimakan dalam jumlah banyak, hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan, kolesterol tertinggi, serta glukosa darah tak stabil. Untuk mencegah kondisi tersebut, Anda bisa memakai piring ukuran lebih kecil sehingga porsinya tetap teratur dan tidak melewati batas.
2. Mengonsumsi Buah dan Vegetarian
Selain memilih makanan yang berprotein tinggi, pastikan untuk menyisipkan buah dan sayur dalam menu lebaran. WHO merekomendasikan 400 gram buah setiap hari. Mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit kanker, diabetes, radang sendi, osteoporosis, obesitas, alzheimer, parkinson, serta menjaga kesehatan tulang.
3. Batasi Konsumsi Gula
Tidak ada salahnya mencicipi kue lebaran. Namun konsumsi gula yang berlebih dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, diabetes, dan obesitas. Jangan lupa untuk mengkonsumsi air mineral setelah mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Kementerian Kesehatan merekomendasikan untuk minum sebanyak delapan gelas setiap hari.
4. Berolahraga dengan Kekuatan Menengah
Walaupun Lebaran terkenal sebagai masa sibuk silaturahmi, tetapi jangan sampai mengabaikan waktu untuk bergerak atau berolahraga. Kementerian Kesehatan menganjurkan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sehari dengan tingkat kekuatan sedang supaya badan senantiasa segar dan fit.







