Diare adalah salah satu permasalahan kesehatan yang umum timbul selama bulan Lebaran. Ini bisa dipicu oleh berbagai sebab, termasuk jenis-jenis pangan yang dikonsumsi.
Banyak jenis makanan dapat memperburuk kondisi perut yang sedang sakit, sehingga sangat penting untuk mengonsumsi makanan-makanan yang tidak akan menyebabkan ketidaknyamanan tambahan pada lambung.
Sayuran rebus, pati rendah serat, daging unggas tanpa lemak, kerupuk, sup, serta telur merupakan sebagian dari makanan yang disarankan bagi mereka yang mengalami diare, menurut Mundkur.
Sebaliknya, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dijauhi seperti makanan berbumbu pedas, makanan manis, hasil olahan dari susu, serta makanan yang mengandung lemak tinggi.
Anda perlu menjauhi panganan yang menyebabkan rasa kembung pada tubuh Anda.
Menurut laporan dari INSIDER, berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi ketika sedang mengalami diare agar dapat meredakan gejala serta mempercepat proses penyembuhan.
5 macam pangan untuk mengatasi masalah diare
1. Sereal dengan pati berkurang dan kaya serat
Serat merupakan zat gizi vital yang membantu meningkatkan berat feses serta memastikan fungsi pencernaan Anda berjalan dengan lancar.
Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan diet dengan kandungan serat yang rendah ketika sedang menderita diare agar proses pencernaan menjadi lebih ringan dan jumlah buang air besar berkurang.
Mundkur menyebutkan bahwa nasi kukus, mi, gandum, atau oats dapat menolong.
2. Sayuran rebus
Sayuran mentah dapat lebih susah untuk dicernakan dan berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gas atau perut buncit, sehingga sayuran yang direbus mungkin lebih baik dikonsumsi saat Anda sedang menghadapi diare.
Mundkur menyarankan untuk memilih sayuran yang dikukus seperti kacang hijau, kentang, dan wortel.
3. Sup dan kerupuk
Untuk bisa menambahkan kembali cairan dan kadar nutrisi tubuh Anda, minuman ringan ini cukup efektif, sementara kerupuk juga bermanfaat sebab umumnya mempunyai konsentrasi garam yang tinggi.
Diare bisa mengakibatkan kehilangan jumlah besar cairan dan elektrolit, yaitu mineral seperti natrium dan kalium; oleh karena itu, konsumsi makanan berasap bisa mendukung pemulihan kondisi tersebut.
4. Daging ayam atau dada kalkun yang berlemak rendah
Makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi bisa memperparah kondisi diare Anda, oleh karena itu lebih baik memilih jenis daging dengan kadar lemak rendah seperti dada ayam tanpa kulit atau daging kalkun.
Mundkur menyarankan untuk membakar daging dan menyantapnya tanpa perasaan apa pun, sebab rempah-rempah bisa merangsang sistem Anda.
Anda dapat memakai herbal kering ataupun segar, contohnya saja basil, peterseli, thyme, rosemary, oregano, atau coriander gunanya buat memberikan rasa pada daging, demikian tutur Mundkur.
5. Telur
Telur yang dimasak dengan benar aman untuk dikonsumsi ketika Anda mengalami diare.
Pilih hidangan yang tidak memerlukan banyak mentega, keju, atau rempah-rempah, misalnya telur dadar yang hanya diasin.
Meskipun diet BRAT, yang meliputi pisang, nasi, saus apel, dan roti bakar, dahulu dianjurkan untuk meredakan diare, International Foundation for Gastrointestinal Disorders menyebutkan bahwa asupan gizi dari diet tersebut kurang memadai jika dipertahankan dalam jangka panjang.
Tetapi, Anda tetap dapat mengonsumsi makanan tersebut ketika sedang mengalami diare sebentar.
Apabila Anda kehilangan selera makan, atau merasakan mual dan muntah bersama dengan diare, Mundkur menyebutkan bahwa Anda bisa menumpukan asupan hanya dari cairan saja dalam jangka pendek. Ini dilakukan hingga Anda mulai dapat menelan dan mencerna sejumlah makanan.
Larutan lebih gampang untuk dicerna dan bisa membantu menghindari peradangan pada usus.
Berikut ini adalah cairan yang dikonsumsi ketika Anda mengalami diare:
– Air
– Apel puree
– Sari buah yang sudah ditambah air
– Sop jernih atau kaldu
– Teh atau kopi yang rendah kafein dan tidak mengandung kafein
– Air minum yang tinggi akan elektrolit, seperti Gatorade ataupun Pedialyte
– Es loli beku
– Agar-agar
5 macam pangan yang sebaiknya dikurangi konsumsinya saat sedang diare
Berikut ini merupakan sejumlah jenis makanan yang umumnya dapat memperparah kondisi diare.
Mundkur menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter terkait jenis makanan apa yang bisa memicu diare pada Anda jika kondisi ini berlangsung secara kronis (misalnya dalam periode panjang atau cukup sering). Hal ini perlu dilakukan secara individu sebab intoleransi terhadap makanan tertentu bisa menjadi penyebab dari diare tersebut.
1. Makanan tinggi lemak
Sekilas makanan dengan kadar lemak yang tinggi bisa memperburuk kondisi diare, sehingga menyebabkan frekuensi BAB menjadi lebih kerap disertai tinja yang berminyak dan berbau tidak sedap.
Mundkur menyebutkan hal ini mungkin terjadi lantaran diare kadang-kadoften dapat mengganggu kapabilitas tubuh dalam meresap lemak selama periode tertentu.
Biasanya lemak memerlukan waktu yang lebih lama dalam proses pencernaan, akibatnya akan mengurangi kecepatan pergerakan makanan di dalam tubuh Anda.
Akan tetapi, apabila tubuh Anda tak bisa mengolah lemak dengan baik, makanan dapat bergerak lebih pesat melalui dalam saluran pencernaan Anda.
“Untuk menghindari makanan yang memiliki kadar lemak tinggi perlu dilakukan hingga fungsionalitas usus pulih dan berfungsi secara normal pasca diare hebat,” jelas Mundkur.
Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dijauhi seperti masakan goreng-gorengan, olahan daging berlemak tebal atau memiliki kadar lemak cukup tinggi, kacang-kacangan serta bumbu atau selai susu.
Perlu juga disinggung bahwa kejadian sebaliknya pun bisa berlangsung sesekali – Anda mungkin akan menemui masalah malabsorpsi lemak, yaitu kondisi dimana tubuh tidak sanggup memecah lemak dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan diare jangka panjang, demikian penjelasan Mundkur.
2. Produk susu
Mundkur menunjukkan bahwa Anda mungkin kesulitan memenuhi kebutuhan produk susu ketika sedang mengalami diare, dan hal ini bisa berlangsung hingga beberapa minggu atau bahkan bulan sesudahnya.
Barang dagangan susu yang perlu dijauhi meliputi susu, keju, krim, serta mentega.
Akan tetapi, yogurt menjadi pengecualian karena memiliki sifat probiotik yang bisa membantu dalam pengobatan diare, menurut Mundkur.
“Yogurt plain merupakan pilihan terbaik sebab gula berlebih pada yoghurt berasa sulit terserap oleh usus saat mengalami diare,” jelasnya.
3. Makanan pedas
Makanan serta rempah-rempah yang pedas bisa memicu iritasi pada saluran cerna dan meningkatkan rasa tidak nyaman, oleh karena itu lebih baik menjauhi jenis pangan tersebut apabila Anda sedang mengalami diare.
Konsumsilah makanan yang hanya diasinkan menggunakan garam atau herbal, sebab ini bisa membantu memulihkan tingkat elektrolit dalam tubuh Anda.
4. Makanan manis
Gula bisa memperburuk diare sebab membuat usus melepaskan jumlah cairan berlebih, sehingga menyebabkan tinja menjadi lebih encer.
Jauhi makanan dan minuman manis, termasuk produk dengan pemanis buatan seperti stevia dan aspartam, contohnya kudapan berbakar, permen, serta minuman bersoda ketika kamu sedang mengalami diare.
5. Pangan yang menghasilkan gas dalam tubuh
Beberapa jenis makanan cenderung meningkatkan produksi gas dan sebaiknya dijauhi ketika Anda sedang mengalami diare, karena bisa memperparah kondisi diare serta menambah rasa tidak nyaman Anda.
Makanan ini meliputi:
– Kacang dan sayuran berbiji, seperti kacang merah serta buncis, dikarenakan kadar seratnya yang tinggi dan memiliki zat raffinose tertentu, yaitu gula kompleks yang sulit untuk dicernanya.
– Sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol, serta kubis Brussel, yang memiliki kandungan rafinosa.
– Mengunyah permen karet bisa menyebabkan peningkatan asupan udara yang berlebihan dan menghasilkan gas.
– Minuman bertekstur udara, misalnya soda ringan, dikarenakan kandungan karbondiotanya yang tinggi serta mengandung banyak gas.
Mengobati diare
Sebagian besar kasus diare dipicu oleh infeksi virus, menurut Mundkur.
Mereka biasanya pulih dengan sendirinya, tidak membutuhkan pengobatan apapun.
“Bila muntah dan diare berat menyulitkan Anda dalam proses hidrasi diri, ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan pengobatan di klinik atau rumah sakit gunakan terapi infus intravena (IV),” jelas Mundkur.
Ketika sebaiknya mencari pertolongan medis untuk masalah diare:
– Demam
– Pusing
– Urine berwarna kuning
– Produksi urine berkurang dibandingkan biasanya
Apabila diare Anda disebabkan oleh infeksi bakteri, Mundkur menyampaikan bahwa Anda kemungkinan akan merasakan diare yang hebat, demam, serta tinja bercampur darah.
Tetapi, antibiotik bisa menolong dalam pengobatan infeksi bila dikarenakan oleh bakteria.
Sebaliknya, adanya darah yang muncul dalam tinja Anda dapat pula menandakan suatu kondisi medis yang lebih parah.
Mundkur mengatakan bahwa terkadang kanker usus besar bisa menimbulkan gejala seperti diare serta adanya darah dalam feses, sehingga sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter umum Anda guna mengetahui apakah diperlukan prosedur kolonoskopi.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Artikel ini diolah dari
Tribunnews.com







