Laporan jurnalis oleh Devi Agustiana
– Opor ayam adalah salah satu hidangan istimewa untuk perayaan Lebaran di Indonesia. Tidak terbayangkan rasanya kalau hari raya Idul Fitri lewat tanpa mencicipi opor yang disajikan bersama irisan ketupat, kan?
Akibatnya, seringkali orang memasak hidangan berkuah santan ini dalam jumlah besar agar dapat menikmatinya bersama keluarga pada waktu lebaran. Karena ukuran penyajiannya yang terlalu banyak, sisa opor ayam kerapkali masih ada meskipun sudah dikonsumsi.
open house
.
Sebenarnya, opor ayam adalah jenis makanan yang tidak tahan lama. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal berbagai cara penyimpanan dan pemanasan opor ayam supaya hidangan ini masih dapat di nikmati pada hari berikutnya.
Berdasarkan informasi dari Kompas.com, berikut adalah langkah-langkah untuk menghidangkan opor ayam dengan benar:
1. Belum dimasukkan ke dalam lemari es
Opor ayam dapat bertahan selama beberapa lama tanpa harus disimpan di lemari es. Tetapi, terdapat sejumlah poin penting yang wajib dipahami.
Yang utama adalah mentukan sup ayam dengan cara merebusnya sampai mendidih pertama-tama. Setelah itu, cabut api dari kompornya lalu bukakan penutup pancinya agar asap panas keluar.
Pastikan bahwa saus dari opor tidak digoyang sama sekali saat proses penguapan berlangsung. Setelah opor menjadi dingin, sebaiknya simpan masih di atas kompor dengan tutup rapat didalam wajan.
2. Letakkan ke dalam lemari es
Seperti halnya berbagai jenis makanan lainnya, menaruh opor di lemari es tentu akan menjadikannya bertahan lebih lama. Anda dapat menyimpan masakan tersebut baik di ruang beku maupun di rak kulkas normal.
Setelah sop ayam dihangatkan dan uap panasnya menghilang, masukkan ke dalam wadah yang ter tutup rapat. Lebih baik menggunakan wadah dari plastik tebal supaya proses pendinginan menjadi lebih cepat.
3. Bedakan antara kaldu sup dan potongan daging ayam
ternyata dengan memisahkan kaldu opor dari daging ayam dapat membantu meningkatkan masa simpan hidangan tersebut. Metode ini pun diaplikasikan supaya kedua komponen itu bisa tercampur rata ketika dipanas ulang.
Sisihkan daging ayam dan kuah opornya masing-masing ke dalam wadah plastik yang berbeda sebelum disimpan di lemari es.
4. Jangan langsung dipanaskan
Ketika Anda ingin mengonsumsi opor ayam yang telah disimpan di lemari es, lebih baik menunggu sampai mencapai suhu ruangan dulu. Setelah suhunya tidak terlalu dingin lagi, baru dapat dipanaskan kembali di atas kompor.
Apabila opor ayam masih berada dalam keadaan beku setelah disimpan di freezer, alihkan dulu ke rak lemari es. Kemudian, pindahkanlah ke suhu ruangan sesaat sebelum dimasak.
Jika Anda menghangatkan opor ayam yang masih membeku secara langsung di atas api, nantinya kuah santannya bisa rusak.
5. Gunakan api kecil
Gunakan api rendah saat menghangatkan opor ayam agar santannya tidak pecah. Pastikan untuk tetap mengaduknya secara berkala sepanjang proses pemanasan.
Lebih baik opor ayam tidak disimpan melebihi satu minggu di lemari es. Karena seiring berjalannya waktu, cita rasa santan pada hidangan tersebut akan perlahan-lahan menghilang.
Tentang opor ayam, apakah Anda tahu bahwa sesungguhnya opor ayam adalah hasil gabungan antara masakan India dan Arab? Seperti dilaporkan oleh TribunPontianak.com, sejarawan Fadly Rahman menyebutkan bahwa orang-orang di Indonesia telah menggabungkan hidangan tradisional dari India dan Arab guna meracik opor ayam ini.
“India memiliki kari, kemudian Arab memperkenalkan gulai. Kami secara kreatif merombak atau mengadaptasi unsur-unsur dari masakan India dan Arab tersebut untuk menciptakan hidangan yang disebut opor,” jelas Fadly.
Itu pun berhubungan dengan penyebaran agama Islam di tanah air kita. Pada awalnya, Islam dibawa ke sini oleh warga dari Arabia dan India. Mereka sering mendatangi daerah-daerah pantai, termasuk Sumatera, Selat Malaka, serta Jawa.
(*)







