–
Solo Leveling
Sudah mendunia dalam industri anime semenjak pertama kali tayang. Mengusung animasi luar biasa serta plot cerita yang menarik, petualangan Sung Jinwoo—the hunter termiskin yang kemudian berkembang menjadi tenaga tingkat nasional—sukses memukau hati miliaran penggemar.
Akan tetapi, dibalik ketenaran dan kesuksesannya, terdapat sebuah kekurangan signifikan yang masih menghantui anime tersebut sebagaimana dilaporkan oleh Screenrant pada hari Senin (31/3).
Besaran Utama: Dunia yang Terabaikan dan Sistim yang Misterius
Walaupun dari segi tampilan dan gerakan hampir sempurna,
Solo Leveling
menyikapi tantangan besar dalam proses membangun dunia
world building
) dan pembangunan sistem kekuatan menjadi fokus utamanya,
The System
.
Sejak Jinwoo memperoleh kekuatan istimewa tersebut
The System
Anime ini sebenarnya tidak secara rinci mengungkapkan asal-usul atau alasan di balik kekuatan-kekuatan tersebut. Tak ada penjelasan bertahap tentang bagaimana sistemnya bekerja; hanya saja kekuatan baru terus ditambahkan tanpa dasar yang cukup jelas.
Hal ini membuat dunia
Solo Leveling
Terasa rata. Unsur-unsur utama seperti politik pemburu monster, respons masyarakat terhadapnya menjadi pusat perhatian.
gate
, atau pengaruh keberadaan ibu Jinwoo yang kembali kepada keluarganya, semuanya hanya disinggung sebentar tapi belum pernah betul-betul dijelajahi.
Konsentrasi yang Terlampau Tinggi pada Peningkatan Kemampuan
Permasalahan lain muncul dari fokus cerita yang hampir seluruhnya tertuju pada peningkatan kekuatan Jinwoo secara berkelanjutan. Sepanjang dua season tersebut, jarang sekali ditemui lawan yang betulan memberikan tantangan serius bagi Jinwoo.
Hubungan romantis antara Cha Hae-In hanya diperkenalkan secara singkat, meskipun seharusnya dapat menambah kedalaman emosional dalam narasi.
Beberapa penggemar bahkan menyindir
Solo Leveling
Sebagai “Aura Farming: The Series”—kritikan tajam yang, walaupun kelihatannya sederhana, memiliki landasan yang sah akibat kurangnya konflik psikologis atau interaksi karakter yang signifikan di bagian pembuka narasi.
Inti Permasalahan: Penyesuaian Dari Sumber Aslinya
Permasalahan tersebut pada dasarnya tidak semata-mata disebabkan oleh Studio A-1 Pictures. Banyak masalah yang telah terdapat di versi webtoon serta novel asli sebelumnya.
Namun demikian, adaptasi anime ini sukses meningkatkan beberapa aspek, misalnya dengan mempercepat pengenalan karakter Cha Hae-In sehingga pemirsa dapat mengenalinya lebih dini sebelum ia berperan sebagai pemeran utama.
Namun, banyak potensi dunia
Solo Leveling
Sebagai contoh, bagaimana hal itu dilihat oleh negara-negara lain mengenai para Hunter, atau seperti apa kehidupan masyarakat umum yang tinggal bersama-sama dengan ancaman tersebut.
gate
Yang dapat timbul di waktu-waktu tak terduga—semua hal ini memiliki potensi untuk menghidupkan cerita, namun malah dilewati begitu saja.
Tetap Layak Ditonton
Walaupun terdapat kekurangan signifikan dalam hal narasinya,
Solo Leveling
Masih tetap menjadi hiburan yang luar biasa. Jinwoo dikenal sebagai pahlawan favorit karena dedikasinya serta sifat rendah hati, bertolak belakang dengan sebagian besar karakter utama di genre fantasi kekuatan anime yang seringkali sombong.
Tindakan pertempuran yang mengagumkan serta kekuatan pasukan bayangan menjadikan setiap episodenya seperti perayaan visual.
Mencapai prestasi luar biasa, termasuk menjadi anime paling populer di Crunchyroll saat ini,
Solo Leveling
menunjukkan bahwa keunggulannya berada di pelaksanaan yang menghibur pandangan dan alur naratif yang kuat.
Permasalahan-permasalahan pada pengembangan dunia kemungkinan besar akan terselesaikan di masa depan, namun ironisnya, peluang tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan dari awal.







