6 Alasan Mata Terasa Panas, Jangan Diabaikan!

6 Alasan Mata Terasa Panas, Jangan Diabaikan!

Penyebab Mata Terasa Panas dan Cara Mengatasinya

Mata yang terasa panas atau memiliki sensasi terbakar adalah kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kenyamanan serta kesehatan mata secara keseluruhan. Ada berbagai penyebab yang bisa memicu rasa terbakar pada mata, mulai dari faktor lingkungan hingga kondisi medis. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat.

1. Mata Kering

Mata kering, atau dikenal juga sebagai sindrom mata kering (dry eye syndrome), terjadi ketika produksi air mata tidak cukup atau kualitasnya menurun. Hal ini menyebabkan mata tidak mendapatkan kelembapan yang cukup untuk menjaga kesehatannya.

Read More

Penyebab mata kering bisa bervariasi, termasuk penuaan, penggunaan lensa kontak, kondisi medis seperti diabetes atau artritis reumatoid, serta penggunaan obat-obatan tertentu seperti antihipertensi, antidepresan, atau obat alergi. Gejalanya meliputi rasa perih, gatal, sensasi terbakar, mata merah, pandangan kabur, dan rasa ada benda asing di mata.

Untuk mengatasi mata kering, biasanya dilakukan dengan penggunaan tetes mata pelumas, kompres hangat, mengatur waktu layar, serta dalam kasus yang lebih parah, penggunaan obat resep atau prosedur medis.

2. Alergi

Alergi mata, atau konjungtivitis alergi, terjadi ketika mata bereaksi terhadap zat-zat yang biasanya tidak berbahaya, seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau spora jamur. Reaksi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menganggap alergen sebagai ancaman, sehingga melepaskan histamin dan bahan kimia lain yang menyebabkan peradangan.

Gejala alergi mata meliputi mata merah, gatal, bengkak, perih, dan berair. Kadang-kadang, kelopak mata juga bisa bengkak dan terasa terbakar. Untuk mengurangi gejala, penting untuk menghindari pemicu alergi, menggunakan kompres dingin, dan menggunakan tetes mata buatan atau obat antialergi.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah peradangan atau infeksi pada konjungtiva, yaitu membran transparan yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan permukaan mata. Penyebabnya bisa berupa virus, bakteri, atau reaksi alergi. Konjungtivitis virus sering kali disebabkan oleh virus yang sama dengan flu biasa, sedangkan konjungtivitis bakteri bisa disebabkan oleh berbagai jenis bakteri.

Gejala konjungtivitis termasuk mata merah, terasa panas, perih, gatal, dan keluarnya cairan dari mata. Pada konjungtivitis bakteri, cairan mata biasanya lebih kental dan berwarna kuning atau hijau. Konjungtivitis sangat menular, sehingga penting untuk menjaga kebersihan dan menggunakan kacamata pelindung.

4. Rosacea Okular

Rosacea okular adalah kondisi peradangan kronis yang memengaruhi mata dan sering terjadi bersamaan dengan rosacea pada kulit wajah. Penyebab pasti belum diketahui, tetapi faktor genetik dan lingkungan dianggap berperan. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan antara rosacea dan bakteri Helicobacter pylori.

Gejala rosacea okular meliputi mata merah, perih, kering, sensasi terbakar, dan sensitif terhadap cahaya. Untuk mencegah kondisi ini, penting untuk menghindari pemicu seperti cuaca ekstrem, makanan pedas, alkohol, serta stres. Pengobatan jangka panjang diperlukan untuk mengelola kondisi ini.

5. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan kronis pada kelopak mata yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit Demodex, gangguan pada kelenjar minyak, atau kondisi kulit. Gejalanya meliputi kelopak mata yang bengkak, merah, gatal, dan terasa perih. Terkadang, terdapat serpihan atau kerak di bulu mata, serta mata yang terasa berpasir atau berair.

Pengobatan blefaritis melibatkan menjaga kebersihan kelopak mata dengan kompres hangat dan sampo bayi yang lembut, serta suplementasi omega-3 atau minyak ikan.

6. Sunburn pada Mata

Sunburn pada mata, atau fotokeratitis, terjadi ketika mata terpapar sinar UV berlebihan. Kondisi ini mirip dengan sunburn pada kulit, tetapi terjadi pada kornea mata. Gejalanya meliputi mata merah, perih, berair, sensasi terbakar, dan sensitif terhadap cahaya.

Untuk mencegah fotokeratitis, penting untuk selalu menggunakan kacamata hitam yang melindungi dari sinar UV saat berada di bawah sinar matahari langsung.

7. Faktor Lain

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu rasa panas pada mata, seperti penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, paparan lingkungan yang keras, atau kondisi kesehatan umum yang memengaruhi mata. Penting untuk selalu memperhatikan kesehatan mata dan mencari bantuan medis jika gejala terus berlangsung.

Related posts