Kekecewaan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di Final China Open 2025
Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, pasangan ganda putra Malaysia yang selama ini menjadi andalan negara tersebut, mengakui kekalahan mereka dalam laga final China Open 2025. Mereka kalah dari duet baru Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang tampil sangat dominan dalam pertandingan tersebut.
Laga yang sebelumnya diprediksi akan berlangsung sengit justru berakhir dengan kemenangan telak bagi Fajar/Fikri. Mereka mampu memenangkan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-14. Kemenangan ini diraih di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, pada hari Minggu (28/7/2025).
Chia/Soh menyampaikan apresiasi terhadap performa Fajar/Fikri. Menurut mereka, semua pukulan yang dilakukan oleh pasangan Indonesia tersebut sangat berkualitas dan sulit untuk dihadapi. “Kami tidak bisa menangani permainan mereka,” ujar Aaron Chia.
Mereka juga menyebutkan bahwa proses adaptasi terhadap pasangan baru membutuhkan waktu. Meski memiliki rencana permainan, Chia/Soh merasa bahwa Fajar/Fikri mampu menjalankan strategi tersebut dengan sangat baik.
Fajar/Fikri tampaknya sudah sangat siap dalam pertandingan ini. Dari awal laga, mereka mampu menguasai permainan dengan sangat cepat. Meskipun keduanya merupakan pemain depan, mereka mampu saling melengkapi dalam mencari celah lawan. Pembacaan ruang yang baik membuat pertahanan kuat Chia/Soh mudah terobos.
Beberapa kali skor yang tercipta dalam pertandingan ini sangat menunjukkan dominasi Fajar/Fikri. Dalam gim pertama, mereka mencatatkan skor 11-2 dan 16-8, sedangkan di gim kedua, skor 15-7 dan 19-9 menunjukkan keunggulan mereka secara signifikan.
Chia/Soh berharap dapat memperbaiki hasil mereka di turnamen berikutnya, yaitu Kejuaraan Dunia 2025. Turnamen ini akan berlangsung pada 25-31 Agustus 2025 di Paris, Prancis. Saat ini, Chia/Soh berada di posisi unggulan kedua, dengan daftar unggulan ditentukan berdasarkan peringkat dunia hingga tanggal 5 Agustus.
Di sisi lain, situasi yang dialami Indonesia cukup berbeda. Fajar/Fikri, meskipun berhasil mengalahkan Chia/Soh dan Kim/Seo di China Open 2025, tidak akan tampil bersama di Kejuaraan Dunia 2025. Di ajang tersebut, Fajar akan kembali berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, sementara Fikri akan menjadi cadangan bersama Daniel Marthin.
Fikri/Daniel masuk dalam daftar ganda putra keempat Indonesia dan berada di luar 8 besar dalam peringkat dunia. Hal ini memengaruhi penyusunan daftar kontestan Kejuaraan Dunia 2025.
Chia/Soh tetap optimis menghadapi Kejuaraan Dunia 2025. Mereka menyatakan tujuan utama adalah meraih medali emas. “Kami ingin terus berkembang dan meraihnya,” ujar Aaron Chia.
Selain itu, Chia/Soh kini ditemani oleh Herry IP, pelatih asal Indonesia yang telah membawa pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan meraih gelar juara dunia tiga kali. Di bawah bimbingan Herry IP, Chia/Soh telah mencapai lima final dan memenangkan tiga di antaranya, termasuk Kejuaraan Asia 2025, Thailand Open 2025, dan Singapore Open 2025.
Meski belum berhasil meraih gelar di China Open 2025, Chia/Soh tetap percaya pada kemampuan pelatih mereka. “Gaya bermain kami sedikit berbeda akhir-akhir ini, jadi kami harus percaya satu sama lain dan dengan program dari pelatih,” kata Chia.
Mereka juga menyatakan bahwa tidak memiliki ekspektasi terlalu tinggi, namun tetap percaya bahwa mereka bisa meraih gelar juara.






