Kehadiran Giorgio Antonio di Rumah Duka Mencuri Perhatian
Kehadiran seorang pengusaha bernama Giorgio Antonio di rumah duka mendiang Hendrik Lo, ayah dari Sarwendah, menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya karena kehadirannya di tengah suasana berduka, tetapi juga karena sikap hangat dan perhatiannya terhadap keluarga yang ditinggalkan, khususnya kepada Thania Putri Onsu, putri bungsu Sarwendah dan Ruben Onsu.
Isu kedekatan antara Giorgio dengan Sarwendah memang sudah santer terdengar belakangan ini. Keduanya sering tampil bersama dalam siaran langsung di media sosial, yang membuat publik semakin penasaran dengan hubungan mereka. Namun, di tengah duka, Giorgio menunjukkan sisi berbeda dari dirinya. Ia tampak sangat perhatian dan mendampingi Sarwendah secara penuh sejak kabar duka itu menyelimuti keluarga.
Pada prosesi tutup peti yang berlangsung di rumah duka Heaven, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin pagi (21/7/2025), Giorgio hadir mengenakan pakaian serba hitam, menunjukkan sikap hormat dan empati yang mendalam. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Giorgio terlihat menjaga dan menggendong Thania selama Sarwendah menerima pelayat. Ia dengan sabar menemani Thania melihat-lihat ornamen miniatur rumah Tiongkok yang dipajang di sisi peti jenazah.
Thania tampak nyaman dalam pelukan Giorgio, sambil memegang sebungkus roti kecil di tangannya. Di sela-sela kesibukan dan suasana duka, Giorgio tetap menyempatkan diri melayani permintaan foto dari para pelayat dengan senyum ramah.
Kedekatan dengan Keluarga dan Tradisi Keluarga
Para rekan selebriti juga mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang ayah Sarwendah. Salah satunya adalah dokter kecantikan sekaligus selebgram, Richard Lee. Richard yang datang bersama sang istri menyampaikan dukungannya untuk Sarwendah. Ia mengaku senang melihat sahabatnya itu didampingi oleh sosok yang tulus mencintainya.
“Bahagia ya, kan kalau lagi sedih yang terpenting tuh didampingi orang-orang yang sayang dia. Ada Gio yang nemenin, ya saya seneng,” ujar Richard Lee.
Memang, duka mendalam tidak hanya dirasakan Sarwendah atas kepergian sang ayah, Hendrik Lo. Ia menuturkan bahwa kesedihan juga dirasakan oleh kedua putrinya, Thalia dan Thania. Meski masih kecil, keduanya menunjukkan kesedihan yang begitu tulus atas kehilangan kakek tercinta yang akrab mereka panggil Yeye.
“Mereka pastinya sedih banget,” ujar Sarwendah di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit Jakarta Utara, Senin (21/7/2025). “Apalagi Yeye itu tiap hari selalu nelponin mereka, nanya ‘kesayangan Yeye mau makan apa?’ Jadi ya sedih banget buat mereka,” terangnya.
Kedekatan antara sang kakek dan cucu-cucunya memang sudah tak diragukan. Yeye dikenal kerap memberikan uang yang kemudian ditabung ke celengan. Kedua anak Sarwendah ingin membalas cinta sang kakek dengan caranya sendiri.
“Sekarang mereka lagi bikin uang-uangan dari kertas, karena ada tradisinya nanti dibakar,” jelas Sarwendah. “Katanya, ‘nanti setelahnya bakal jadi bekal Yeye di sana’ gitu, Mereka bilang mau kirimin banyak uang buat Yeye,” terusnya.
Riwayat Penyakit dan Proses Pemakaman
Sarwendah menuturkan anak-anaknya memahami dengan baik bahwa kakek mereka sudah tiada, meskipun cara mereka mengungkapkan kesedihan masih polos dan menyentuh. “Yang paling kecil juga udah lumayan ngerti. Sama Thalia dan Thania juga. Mereka lagi bikin uang-uangan itu bareng-bareng,” bebernya.
Diketahui, ayah Sarwendah, Hendrik Lo, meninggal dunia pada Sabtu (19/7/2025) di usia 63 tahun. Kabar duka ini dibagikan langsung oleh Sarwendah melalui Instagram Story miliknya. Menurut keterangan Sarwendah, sang ayah sempat menjalani perawatan di rumah sakit sejak Rabu (16/7/2025) akibat keluhan sakit perut. Setelah pemeriksaan, diketahui bahwa Hendrik Lo menderita penyakit batu empedu.
Jenazah mendiang rencananya akan dikremasi pada 23 Juli 2025, sesuai perhitungan feng shui. Abu jenazah akan dilarung ke laut, mengikuti tradisi keluarga besar.
Penjelasan tentang Penyakit Ayah Sarwendah
Menurut Sarwendah, sang ayah sempat mengeluhkan sakit di bagian perut yang dikira hanya masalah mag atau GERD biasa. Namun belakangan diketahui kondisinya jauh lebih serius karena rasa sakitnya menjalar ke bagian punggung.
“Awalnya itu, papi udah sakit di perutnya. Setiap kali sakit, papi merasa itu cuma maag atau GERD-nya dia doang,” katanya. “Tapi ternyata kemarin itu sakitnya sampai ke belakang punggung, akhirnya dilarikan ke rumah sakit,” lanjut Sarwendah.
Sesampainya di rumah sakit, penanganan dilakukan dengan cepat. Ayah Sarwendah langsung diberi obat untuk meredakan nyeri, dan keesokan paginya menjalani CT scan dan MRI. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya batu empedu, batu ginjal, dan penyumbatan pada saluran pankreas yang menyebabkan infeksi serius.
“Paginya langsung di-CT scan, MRI, ternyata di dalamnya ada batu empedu sama batu ginjal. Dan pankreasnya juga salurannya menyumbat, jadi udah ada infeksi di dalam,” jelasnya. Tim medis kemudian segera melakukan tindakan endoskopi untuk mengatasi masalah tersebut.
Meski sempat menunjukkan respons positif, kondisi tubuh sang ayah perlahan mulai menurun. “Setelah dicek, ternyata sudah ada pembengkakan. Papi sempat masih nggak apa-apa, tapi sepertinya badannya nolak obatnya,” tuturnya. “Akhirnya kondisi tubuhnya makin lama makin menurun,” lanjut Sarwendah.
Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit sudah melakukan penanganan terbaik dan cepat. Tidak ada kelalaian medis dalam kasus ini. “Rumah sakitnya penanganannya cepat banget. Apalagi aku orangnya detail banget kalau soal obat dan rumah sakit,” katanya. “Jadi bukan karena salah penanganan atau gimana. Semua sudah dilakukan sebaik mungkin,” ungkap Sarwendah.
Hendrik Lo meninggal dunia pada Sabtu (19/7/2025). Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Jakarta Utara. Rencananya jenazah dikremasi pada Rabu (23/7/2025).





