Gempa Mengguncang Cianjur Pagi Ini, BMKG: Akibat Sesar Aktif

Gempa Mengguncang Cianjur Pagi Ini, BMKG: Akibat Sesar Aktif

Gempa Tektonik Magnitudo 1,9 Mengguncang Cianjur

Pada dini hari kemarin, Kamis, 24 Juli 2025, wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sempat diguncang gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 1,9. Peristiwa ini terjadi pada pukul 03.33 WIB dan langsung dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski kekuatannya tergolong ringan, gempa tersebut tetap menjadi perhatian masyarakat setempat.

Kepala Balai BMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 6,84 derajat lintang selatan dan 107,11 derajat bujur timur. Lokasi ini berjarak sekitar 3 kilometer arah barat daya dari Cianjur. Ia menyampaikan informasi ini melalui keterangan tertulis beberapa jam setelah kejadian.

Read More

Meskipun gempa hanya memiliki kekuatan rendah, kedalaman gempa tergolong dangkal, yaitu sekitar 8 kilometer. Hal ini membuat getaran yang terasa lebih jelas dibandingkan gempa dengan kedalaman lebih dalam. Sampai pukul 04.06 WIB, belum ada lindu susulan yang dilaporkan. Hartanto memastikan situasi saat ini masih aman dan tidak ada ancaman bahaya.

Berdasarkan peta guncangan yang dirilis oleh BMKG, gempa ini terasa di wilayah Cianjur dengan skala intensitas II MMI. Getarannya hanya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung seperti lampu atau tirai bergoyang. Namun, dampaknya tidak terlalu signifikan dan tidak menimbulkan kerusakan serius.

Selain gempa pada hari ini, BMKG juga mencatat adanya gempa lain yang terjadi pada Rabu dinihari, 23 Juli 2025. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,3 dan berpusat di arah barat daya Bayah, Banten. Episenternya berada di kedalaman 10 kilometer, namun tidak menimbulkan potensi tsunami. Bahkan, gempa ini tidak dirasakan oleh penduduk sekitar.

Penyebab Gempa Tektonik

Gempa yang terjadi di Cianjur dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut. Sesar merupakan zona retakan di permukaan bumi yang dapat menghasilkan aktivitas seismik. Pemantauan terhadap sesar-sesar aktif sangat penting untuk memprediksi risiko gempa dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap segala bentuk aktivitas geofisika di Indonesia. Dengan teknologi dan data yang dimiliki, lembaga ini berupaya memberikan informasi akurat dan terkini kepada masyarakat agar dapat bersiap menghadapi potensi bencana alam.

Tips Masyarakat Saat Menghadapi Gempa

Meskipun gempa yang terjadi kali ini tidak menimbulkan kerusakan besar, masyarakat tetap disarankan untuk waspada dan mempersiapkan diri. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tetap tenang dan jangan panik.
  • Jauhi area yang rawan longsor atau bangunan yang rusak.
  • Pastikan sumber air dan listrik dalam kondisi aman.
  • Siapkan kotak pertolongan darurat berisi obat-obatan, makanan, dan perlengkapan penting.

Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana alam, termasuk gempa tektonik. BMKG juga terus berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan cepat agar masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman.

Related posts