General Motors: Baterai LMR Hemat Biaya Baru

General Motors: Baterai LMR Hemat Biaya Baru

Inovasi Baterai Baru dari General Motors

General Motors (GM) sedang mengembangkan teknologi baterai kendaraan listrik yang dapat menghasilkan sel dengan biaya lebih rendah dibandingkan baterai lithium-iron-fosfat (LFP). Perusahaan ini berencana untuk terus memperkuat pengembangan baterai EV berbiaya rendah di Amerika Serikat, dengan harapan mampu bersaing dengan Cina dalam industri ini. Perkembangan kimia baterai baru ini disebut mampu melebihi standar industri yang murah dan efisien.

Pada kuartal kedua, keuntungan GM turun sebesar 32% karena dampak tarif administrasi Trump senilai $1,1 miliar. Namun, perusahaan tetap optimistis akan mendapatkan penghematan biaya signifikan dari produksi baterai EV secara lokal dalam beberapa tahun mendatang. CEO GM Mary Barra menyatakan bahwa potensi penghematan dari baterai lithium manganese rich (LMR) bisa lebih besar daripada menggunakan LFP pada harga logam saat ini.

Read More

Keunggulan Baterai LMR

Baterai LMR adalah jenis baterai baru yang mengurangi penggunaan nikel dan kobalt, dua bahan yang mahal dan sulit ditambang. Sebaliknya, baterai ini menggunakan mangan dalam jumlah yang lebih tinggi. Menurut GM, mangan melimpah di Bumi dan proses penambangan serta pengolahannya jauh lebih murah.

Selain itu, rantai pasokan baterai LMR dapat dipisahkan dari Cina. Hal ini memungkinkan produsen mobil untuk memproduksi dan memproses baterai di AS tanpa bergantung pada negara lain. Ford juga sedang mengembangkan baterai LMR, karena kedua produsen mobil ingin menciptakan sel baterai yang lebih murah di masa depan tanpa ketergantungan pada musuh geopolitik.

Sebelumnya, GM menyatakan bahwa LMR akan memberikan penghematan biaya yang serupa dengan kimia LFP. Kini, penghematan diharapkan menjadi lebih besar. Barra menjelaskan bahwa baterai LMR yang dikembangkan bersama LG Energy Solution (LGES) akan menjadi pengubah permainan karena keseimbangan unik antara kepadatan energi, kemampuan pengisian daya, dan efisiensi biaya.

Rencana Produksi dan Pemasaran

GM berencana mulai memproduksi sel LMR dengan mitra usaha patungannya, LGES, pada tahun 2027. Baterai ini akan dikemas dalam format sel prismatik dan akan digunakan pada truk dan SUV berukuran penuh mulai tahun 2028. Diharapkan baterai ini mampu memberikan jarak tempuh lebih dari 400 mil, mirip dengan baterai nikel-mangan-kobalt-aluminium (NMCA) yang saat ini digunakan pada SUV dan truk besar.

Selain itu, GM akan meluncurkan trim Chevy Silverado EV dengan baterai LFP pada tahun 2027. Trim ini diharapkan mampu memberikan jarak tempuh sekitar 350 mil dan harganya lebih murah $6.000. Generasi berikutnya dari Chevy Bolt EV juga akan ditenagai oleh baterai LFP yang lebih murah. Dengan baterai LMR, penghematan biaya bisa mencapai ribuan dolar lebih banyak dibandingkan LFP.

Pengembangan Pabrik Baterai Lokal

Beberapa minggu lalu, GM mengumumkan rencana untuk mengubah sebagian pabriknya di Spring Hill, Tennessee, menjadi fasilitas produksi baterai LFP. Konversi pabrik tersebut akan dimulai pada akhir tahun ini dan selesai pada akhir 2027. Produksi baterai LFP akan dimulai pada waktu yang sama.

Barra menekankan bahwa baterai yang dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri sangat penting untuk membangun rantai pasokan berorientasi Amerika yang tangguh dan aman. Dengan adanya inovasi ini, GM berharap dapat meningkatkan daya saingnya dalam pasar kendaraan listrik global.

Related posts