Hasil Survei LSI Mengenai Isu Ijazah Palsu Jokowi

Hasil Survei LSI Mengenai Isu Ijazah Palsu Jokowi

Penjelasan LSI Denny JA Mengenai Isu Ijazah Palsu Jokowi

Isu mengenai ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang sempat menjadi perbincangan beberapa bulan terakhir akhirnya mendapat respons dari lembaga survei ternama, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia tidak percaya dengan isu tersebut.

Menurut data yang dirilis oleh LSI Denny JA, sebanyak 74,6 persen responden menyatakan tidak percaya terhadap klaim ijazah palsu yang dituduhkan kepada Jokowi. Direktur PT Survei Strategi Indonesia (SIGI) LSI Denny JA, Ardian Sopa, menjelaskan bahwa alasan utama masyarakat tidak percaya terhadap isu ini adalah karena tiga faktor utama.

Read More

Pertama, kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Jokowi selama lebih dari satu dekade. Masyarakat melihat Jokowi sebagai figur yang naik dari bawah, bukan sebagai elite politik tradisional. Rekam jejaknya sebagai wali kota, gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode sebagai presiden telah membentuk persepsi positif di masyarakat.

Kedua, adanya klarifikasi resmi dari lembaga negara dan akademik. Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi menempuh pendidikan, telah menyatakan bahwa Jokowi adalah alumnus sah mereka. Selain itu, Kepolisian melalui Bareskrim Polri juga telah melakukan verifikasi dan menyatakan bahwa ijazah tersebut asli.

Ketiga, kesadaran publik akan motif politik di balik isu ini. Setelah Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, maju dan menang sebagai Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, masyarakat semakin sadar bahwa isu ini tidak hanya sekadar informasi, tetapi juga bagian dari dinamika politik yang kompleks.

Survei yang dilakukan secara nasional ini mencakup semua provinsi di Indonesia, dengan metode multistage random sampling. Total responden yang terlibat dalam survei ini adalah 1.200 orang, dengan margin of error sebesar ±2,9 persen. Untuk memperkuat hasil survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif berupa wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, serta analisis media.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap Jokowi tidak hanya dibangun dari pengalaman pribadi, tetapi juga didukung oleh fakta-fakta yang telah diverifikasi oleh institusi resmi. Tidak hanya itu, masyarakat juga mampu membedakan antara informasi nyata dan narasi yang bersifat politik.

Selain itu, survei ini juga menunjukkan bahwa penolakan terhadap isu ijazah palsu Jokowi merata di berbagai segmen demografi. Mulai dari kalangan pendidikan rendah hingga tinggi, dari daerah pedesaan hingga perkotaan, serta berbagai generasi, termasuk Generasi Z dan Baby Boomer, semuanya memiliki pandangan serupa.

Dengan demikian, isu ijazah palsu Jokowi tidak hanya ditolak secara umum, tetapi juga didukung oleh data dan fakta yang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu berpikir rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu benar.

Related posts