Honor Hadirkan Ponsel Baterai 10.000 mAh

Honor Hadirkan Ponsel Baterai 10.000 mAh

Pengembangan Ponsel dengan Baterai Raksasa oleh Honor

Honor, salah satu merek ponsel ternama asal Tiongkok, dikabarkan sedang mengembangkan perangkat yang dilengkapi baterai berkapasitas sangat besar, yaitu 10.000 mAh. Kabar ini pertama kali diungkap oleh seorang pembocor teknologi bernama Digital Chat Station, yang menyebutkan bahwa pengujian awal kemungkinan akan dimulai pada paruh pertama tahun 2026.

Meski memiliki kapasitas baterai yang sangat besar, laporan menunjukkan bahwa desain ponsel tersebut akan tetap ramping dengan ketebalan bodi di bawah 8,5 milimeter. Hal ini menunjukkan upaya Honor untuk menjaga keseimbangan antara daya tahan baterai dan kepraktisan penggunaan. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lain maupun desain keseluruhan perangkat.

Read More

Jika pengembangan berjalan lancar, ponsel ini diperkirakan akan menjadi bagian dari lini Honor Power, yang sebelumnya telah dikenal melalui model pertamanya dengan baterai 8.000 mAh. Selain itu, Honor juga baru saja meluncurkan Honor X70 dengan baterai 8.300 mAh, yang menunjukkan tren perusahaan dalam memperkuat daya tahan perangkat.

Tren Baterai Besar di Industri Ponsel

Tren penggunaan baterai besar tidak hanya terjadi di Honor, tetapi juga semakin marak di seluruh industri ponsel. Oppo baru saja merilis dua model terbaru, yaitu K13 Turbo dan K13 Turbo Pro, yang sama-sama dibekali baterai 7.000 mAh serta dukungan pengisian cepat 80W. Sementara itu, Realme juga disebut akan meluncurkan Realme 15 Pro dalam waktu dekat dengan spesifikasi serupa.

Di sisi lain, Redmi Note 15 Pro+ dan iQOO Z10 juga dirumorkan akan hadir dengan baterai masing-masing 7.000 mAh dan 8.000 mAh. Bahkan, Xiaomi disebut akan membekali seri Xiaomi 16 dengan baterai 7.000 mAh, yang rencananya akan diluncurkan di Tiongkok pada September mendatang.

Perubahan Prioritas Produsen Ponsel

Peningkatan jumlah ponsel dengan baterai di atas 7.000 mAh menunjukkan adanya pergeseran prioritas produsen ke arah daya tahan perangkat yang lebih lama. Hal ini terlihat baik di kelas menengah maupun flagship. Konsumen semakin menginginkan perangkat yang dapat bertahan lama tanpa perlu sering mengisi ulang baterai, terutama di tengah aktivitas digital yang semakin intensif.

Dengan perkembangan ini, produsen ponsel mulai fokus pada inovasi dalam bidang daya tahan baterai, bukan hanya pada kecepatan pemrosesan atau kualitas kamera. Hal ini menandai pergeseran strategi industri ponsel menuju peningkatan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Related posts