Kapal KM Barcelona Terbakar di Laut Sulut, 15 ABK Selamat

Kapal KM Barcelona Terbakar di Laut Sulut, 15 ABK Selamat

Insiden Kebakaran KM Barcelona VA di Perairan Minahasa Utara

Insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor (KM) Barcelona VA di perairan sekitar Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Minggu (20/7/2025), masih menjadi perhatian publik. Hingga Senin pagi (21/7), kapal tersebut masih berada di lokasi kebakaran.

Menurut informasi dari Humas KM Barcelona, Ridwan, kapal tersebut mengangkut 15 anak buah kapal (ABK), termasuk sang nahkoda. Ia memastikan bahwa seluruh kru dalam kondisi selamat. “Semuanya selamat,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi. Ia menambahkan, hingga pagi ini pihaknya masih mengurus sejumlah berkas untuk proses pemindahan kapal dari lokasi kebakaran ke pelabuhan terdekat. “Hingga pagi ini, kapal masih di lokasi kebakaran,” jelasnya.

Read More

Disebutkannya, kemungkinan besar KM Barcelona tidak akan dibawa ke Pelabuhan Manado karena jaraknya yang cukup jauh dari lokasi. “Mungkin akan dibawa ke pelabuhan terdekat, antara Likupang atau Pelabuhan Bitung,” katanya.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di atas KM Barcelona VA saat berada di laut lepas. Sejumlah penumpang dan kru disebut sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh tim penyelamat bersama warga sekitar.

Kronologis dan Data Korban

KM Barcelona 5 rute Manado – Talaud, Sulawesi Utara, terbakar, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 12.00 WITA. Sejumlah penumpang sedang makan siang saat kebakaran. Api diduga bermula dari salah satu kamar penumpang.

KM Barcelona 5 berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado, Minggu (20/7/2025) dini hari. Kapal sempat singgah di Pelabuhan Lirung untuk memuat penumpang lainnya. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Manado sekira pukul 02.00 Wita.

Saat terbakar, kapal tersebut berada di perairan antara Pulau Talise dan Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Berjarak kurang lebih 60 km dari Pelabuhan Manado.

Jumlah penumpang KM Barcelona 5 masih simpang siur. Awalnya disebut membawa sekitar 280 penumpang. Namun berdasarkan jumlah korban yang dievakuasi, diperkirakan jumlah penumpang lebih dari 400 orang.

Di Pelabuhan Serei, Bakamla RI mencatat 293 penumpang dievakuasi. Di Pelabuhan Munte, tercatat 87 korban dievakuasi dengan selamat. Sedangkan di Pelabuhan Manado, sekitar 150 orang dievakuasi langsung oleh pihak KM Barcelona.

Evakuasi dilakukan oleh unsur gabungan. Terdiri atas Bakamla, Basarnas, Kodim Bitung, Koramil Likupang, Polsek Likupang, Brimob Polda Sulut serta warga Pulau Talise dan Pulau Gangga yang menjadi sukarelawan.

Korban Meninggal

Hingga berita ini dimuat, ada tiga korban meninggal yakni:

  1. Asna Lapae (50), perempuan
  2. Zakaria Tindiuling, laki-laki
  3. Juliana Humulung (40)

Semuanya berstatus pasien rujukan yang sedianya akan dibawa berobat ke Kota Manado. Satu di antaranya sedang hamil. Penumpang lainnya selamat. Saat kapal terbakar, para penumpang masih sempat mengenakan live jacket. Lalu melompat ke laut.

Tim evakuasi kemudian bergerak ke lokasi kejadian membantu menyelamatkan korban. Sebagian lainnya dibantu warga sekitar Pulau Talise dan Pulau Gangga.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa Pemprov Sulut menyiagakan fasilitas kesehatan seperti ambulans dan rumah sakit di setiap posko evakuasi. “Masyarakat Sulawesi Utara berdukacita atas peristiwa ini,” ujar YSK yang langsung ke posko evakuasi korban KM Barcelona 5.

Related posts