Kronologi Pencurian di Kuta oleh WNA Azerbaijan

Kronologi Pencurian di Kuta oleh WNA Azerbaijan

Pelaku Perampokan di Money Changer Bali Berinisial TFOTHH Ditangkap

Seorang warga negara asing (WNA) asal Azerbaijan, berinisial TFOTHH, berusia 33 tahun, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah melakukan aksi perampokan terhadap sebuah money changer (MC) di Bali. Aksi tersebut menyebabkan kerugian sebesar Rp 191 juta.

Pria dengan badan besar ini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik Polsek Kuta karena ada indikasi bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan rencana terencana. Selain itu, polisi juga sedang mengejar satu pelaku lain yang ikut serta dalam aksi tersebut.

Read More

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika pelaku menghubungi operator money changer PT. Arta Jaya Dewata untuk menukar uang sebesar USD 12 ribu. Ia meminta pihak MC datang langsung ke Aura Segara Villa di Jalan Segara Merta No. 8, Tuban, Kuta, Badung.

Dua karyawan MC, yakni Moch Ezekiel Tan Elang dan M. Faisal, akhirnya pergi ke vila tersebut dengan membawa uang senilai Rp 191,15 juta. Saat tiba di vila, mereka bertemu dengan pelaku dan masuk ke dalam rumah untuk menghitung uang yang akan ditukarkan.

Namun, setelah selesai menghitung, pelaku tidak menunjukkan uang dolarnya. Dari lantai dua, teman pelaku datang dan mengklaim dirinya dari Interpol. Hal ini memicu situasi tegang.

Pelaku kemudian mencekik leher kedua karyawan MC. Korban mencoba melawan dan berhasil melepaskan diri. Mereka keluar dari vila dan meminta bantuan warga sekitar.

Saat panik, pelaku langsung mengambil motor dan membawa uang milik money changer. Saksi yang mengejar membuat pelaku semakin takut. Akhirnya, saksi menabrak motor pelaku hingga terjatuh dan uang yang dibawanya berhamburan.

Setelah diamankan, polisi segera mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Kuta. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, satu pelaku lain bernama Johnny berhasil kabur dan saat ini masih dalam pencarian petugas.

Peristiwa ini menyebabkan pihak money changer mengalami kerugian besar. Kasus ini kini sedang ditangani oleh Polsek Kuta. Penyidik masih mencari tahu detail lengkap dari kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

Proses Penyelidikan dan Tindakan yang Diambil

Polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Termasuk dalam proses tersebut adalah wawancara dengan korban dan saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan identifikasi pelaku yang kabur.

Selain itu, pihak MC juga sedang memperbaiki sistem keamanan mereka guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Hal ini penting mengingat perampokan yang terjadi tidak hanya merugikan pihak MC secara finansial, tetapi juga memberikan dampak psikologis terhadap karyawan yang terlibat.

Dalam waktu dekat, polisi akan terus melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku lain yang masih buron. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan apabila mengetahui informasi terkait keberadaan pelaku tersebut.

Kesimpulan

Perampokan yang terjadi di money changer di Bali menjadi peringatan bagi para pengusaha dan pengguna layanan jasa pertukaran uang. Kejadian ini menunjukkan pentingnya keamanan dan kesadaran akan risiko yang bisa terjadi. Selain itu, tindakan cepat dari pihak kepolisian menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bali.

Related posts