Kinerja Keuangan JARR Meningkat Pesat di Semester I Tahun 2025
PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), sebuah perusahaan kelapa sawit yang dimiliki oleh Haji Isam, mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif pada semester pertama tahun 2025. Laba bersih perusahaan naik signifikan sebesar 82,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam laporan keuangan hingga 30 Juni 2025, JARR berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp160,39 miliar, dibandingkan dengan Rp87,84 miliar pada semester I/2024.
Selain itu, penjualan bersih JARR juga meningkat sebesar 18,66% secara year on year (YoY) menjadi Rp2,04 triliun. Angka ini lebih tinggi dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,71 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan penjualan ke berbagai mitra strategis perusahaan.
Salah satu kontributor utama peningkatan penjualan adalah PT Pertamina Patra Niaga, yang membeli produk JARR senilai Rp1,11 triliun. Angka ini meningkat drastis sebesar 146,03% dibandingkan dengan penjualan pada semester I/2024 yang sebesar Rp763,90 miliar. Selain itu, JARR juga mencatatkan penjualan ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebesar Rp155,33 miliar, meskipun angka ini sedikit turun dibandingkan dengan penjualan sebelumnya sebesar Rp285,63 miliar.
Namun, tidak semua penjualan mengalami kenaikan. Penjualan ke PT AKR Corporindo tercatat turun sebesar 37,13% menjadi Rp190,05 miliar, dari sebelumnya Rp302,29 miliar. Sementara itu, penjualan ke PT Andifa Perkasa Energi meningkat menjadi Rp264,92 miliar, dari sebelumnya Rp196,35 miliar.
Dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan JARR juga meningkat sebesar 12,74% YoY menjadi Rp1,74 triliun. Meski demikian, laba kotor perseroan tetap meningkat sebesar 70,70% menjadi Rp300,10 miliar. Hal ini berdampak pada peningkatan laba usaha JARR sebesar 81,36% YoY, dari Rp145,08 miliar menjadi Rp263,11 miliar.
Laba bersih JARR pada semester I/2025 mencapai Rp160,39 miliar, naik 82,58% dibandingkan dengan Rp87,84 miliar pada semester I/2024. Peningkatan ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan profitabilitas.
Di sisi lain, liabilitas JARR turun sebesar 7,27% menjadi Rp2,22 triliun dibandingkan akhir tahun 2024. Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat sebesar 6,36% menjadi Rp1,80 triliun, dari sebelumnya Rp1,70 triliun. Aset JARR juga sedikit turun sebesar 1,62% menjadi Rp4,03 triliun.
Pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (28/7/2025), saham JARR mengalami kenaikan sebesar 5,85% atau 24 poin, mencapai level Rp434 per lembar. Kenaikan ini juga mencerminkan kenaikan sebesar 27,65% sepanjang tahun berjalan 2025.
Kinerja keuangan JARR pada semester I tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang pesat, baik dalam hal penjualan maupun laba. Ini menjadi indikasi kuat bahwa perusahaan mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan pasar yang terus berubah.





