Sosok Lilie Putri, Kreator FB Pro yang Viral dan Menimbulkan Kontroversi
Lilie Putri, seorang kreator media sosial asal Ogan Ilir, menjadi sorotan setelah mengunggah konten yang membandingkan pendapatan dari FB Pro dengan gaji TNI. Uniknya, meski kontennya viral, ia juga sempat menimbulkan perdebatan di kalangan netizen.
Pendapatan FB Pro vs Gaji TNI
Dalam unggahan Facebook miliknya, Lilie mengungkapkan bahwa pendapatannya dari FB Pro mencapai 6-7 kali lipat dari gaji TNI. Ia menyebutkan bahwa gaji pokok TNI sebesar Rp1.643.500, ditambah berbagai tunjangan seperti beras, lauk pauk, umum, dan kinerja. Meskipun demikian, ia merasa lebih untung dalam menjalani bisnis FB Pro.
Menurut data terbaru, gaji Tamtama TNI pada tahun 2025 masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2024, yang mengalami kenaikan 8 persen per 1 Januari 2024. Berdasarkan golongan, gaji Tamtama TNI AD, AL, dan AU berkisar antara Rp1.775.000 hingga Rp3.197.700. Selain itu, prajurit TNI juga menerima berbagai tunjangan, termasuk tunjangan kinerja, suami/istri, anak, beras, lauk pauk, dan operasi keamanan.
Penjelasan dan Permintaan Maaf
Setelah unggahan tersebut viral, Lilie kemudian meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai menyinggung pihak terkait. Dalam pesan permintaan maafnya, ia menyampaikan rasa penyesalan atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan atau menyakiti institusi TNI. Meskipun telah menghapus unggahan, banyak netizen yang menangkap layar postingannya dan memberikan komentar negatif.
Banyak warganet mengecam sikap Lilie karena dianggap tidak pantas menyinggung soal gaji TNI. Beberapa bahkan mengajak masyarakat untuk melaporkan akun media sosialnya sebagai bentuk protes.
Kontroversi dan Respons Netizen
Komentar netizen sangat beragam. Ada yang menyayangkan sikap Lilie, sementara yang lain menghargai usaha baiknya dalam membantu masyarakat. Sebelumnya, Lilie juga sempat viral karena menggalang dana untuk lansia bernama Romzi. Kakek Romzi, seorang warga miskin di Ogan Ilir, menderita penyakit paru-paru dan kondisi tubuhnya sangat kurus. Lilie mengunggah informasi tentang Romzi di media sosial dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp3 juta dalam waktu 24 jam.
Uang hasil donasi digunakan untuk membeli sembako dan diserahkan ke keluarga Romzi. Lilie juga menegaskan bahwa uang tersebut tidak digunakan untuk keperluan pribadi. Ia mengaku memiliki empati terhadap kondisi Romzi, yang mirip dengan latar belakang keluarganya sendiri.
Kesimpulan
Meskipun Lilie Putri sempat menimbulkan kontroversi, ia juga menunjukkan sisi baik dalam membantu sesama. Dari kasus ini, terlihat bagaimana media sosial dapat menjadi alat untuk menyampaikan informasi, namun juga bisa menimbulkan reaksi yang tidak terduga. Penting bagi para kreator untuk lebih hati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama jika berkaitan dengan institusi atau lembaga penting.






