Tantangan dan Solusi dalam Memperkuat Keamanan Teknologi Operasional di Sektor Publik
Dalam era yang semakin bergantung pada teknologi, khususnya otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI), ancaman siber terhadap sistem teknologi operasional (OT) semakin meningkat. OT mencakup perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengendalikan infrastruktur fisik seperti energi, layanan kesehatan, dan fasilitas umum. Dengan semakin kompleksnya lingkungan digital, keamanan OT menjadi isu penting yang harus diperhatikan secara serius.
Sistem OT di sektor publik sangat kritis karena bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur vital. Serangan siber terhadap sistem ini dapat menyebabkan gangguan operasional, risiko keselamatan, serta dampak besar terhadap stabilitas nasional dan ekonomi. Di Indonesia, di mana transformasi digital berjalan pesat, konvergensi antara teknologi informasi (IT) dan OT menciptakan tantangan baru dalam keamanan siber. Strategi proaktif dan menyeluruh diperlukan untuk melindungi layanan penting tersebut.
Tantangan dalam Keamanan OT di Sektor Publik
Adopsi teknologi baru di sektor publik sering kali memperluas permukaan serangan. Riset menunjukkan bahwa organisasi di sektor ini mengimplementasikan lebih dari 200 layanan internet setiap bulannya. Hal ini membuat sistem OT rentan terhadap ancaman siber. Namun, adopsi teknologi yang cepat disertai dengan berbagai prioritas keamanan yang berbeda justru menyulitkan pengelolaan keamanan secara efektif.
Selain itu, fokus pada isu keamanan umum seperti perlindungan data dan kepatuhan regulasi sering kali mengalihkan perhatian dari kebutuhan pengamanan OT. Kurangnya perhatian khusus di bidang ini bisa menciptakan celah dalam pemahaman tantangan unik OT. Selain itu, hambatan dalam mengadopsi teknologi modern seperti otomatisasi dan cloud computing juga menjadi kendala. Kekhawatiran tentang kedaulatan data, privasi, dan kompleksitas implementasi sering kali menghambat penerapan solusi keamanan yang lebih canggih.
Mitos tentang keamanan “air-gapped” juga masih banyak dipercaya. Meski sistem OT yang terisolasi dari jaringan eksternal tampak aman, kenyataannya akses tetap bisa terjadi melalui jalur tidak langsung seperti vendor pihak ketiga atau insiden dari orang dalam. Keyakinan ini sering kali menciptakan rasa aman yang salah, sehingga langkah-langkah pengamanan yang memadai sering kali diabaikan.
Langkah-Langkah untuk Memperkuat Keamanan OT
Untuk memetakan upaya penguatan keamanan OT di sektor publik, diperlukan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
-
Menerapkan kebijakan keamanan yang menyeluruh
Kebijakan harus mencakup aspek keamanan fisik dan siber, serta dilakukan audit berkala untuk memastikan sesuai dengan lanskap ancaman yang terus berkembang. -
Memanfaatkan teknologi canggih seperti AI dan ML
Teknologi seperti AI, machine learning, dan deep learning dapat meningkatkan deteksi ancaman secara real-time dan analisis prediktif. Pendekatan ini, yang dikenal sebagai Precision AI, membantu dalam menilai risiko dan kerentanan secara akurat. -
Meningkatkan kesadaran terhadap lanskap ancaman
Organisasi perlu memahami ancaman siber terbaru, termasuk jenis serangan dan vektor serangan. Kesadaran ini akan membantu dalam merancang strategi pertahanan yang efektif. -
Meningkatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan mitra internasional penting dalam membangun ekosistem digital yang tangguh. Integrasi keamanan siber dalam proses inovasi dan operasional juga menjadi kunci. -
Memperkuat pelatihan dan pengembangan karir di bidang keamanan siber OT
Pelatihan dan program pengembangan profesional di bidang keamanan OT perlu ditingkatkan. Kerja sama dengan lembaga keamanan siber dapat membantu membangun tenaga ahli yang kompeten. -
Merencanakan respons dan pemulihan insiden
Adanya rencana respons dan pemulihan yang komprehensif akan membantu mengurangi dampak serangan siber. Pelatihan dan simulasi berkala dapat meningkatkan kesiagaan organisasi.
Menjaga Keamanan OT untuk Masa Depan yang Aman
Dengan menghadapi tantangan keamanan OT yang semakin kompleks, sektor publik Indonesia membutuhkan investasi berkelanjutan, penyempurnaan kebijakan, dan peningkatan kesadaran akan keamanan siber. Upaya ini tidak hanya berdampak pada keamanan teknologi, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia memiliki potensi untuk membangun sistem sektor publik yang tangguh dan aman di era digital yang semakin maju.







