Saham Big Caps Dominasi Pergerakan IHSG
Sejumlah saham perusahaan besar atau big caps seperti DCII, SMMA hingga PANI menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini. Penguatan yang signifikan dari saham-saham tersebut turut berkontribusi terhadap kenaikan indeks komposit di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), yang dimiliki oleh konglomerat Toto Sugiri, menjadi salah satu motor utama penopang IHSG. Selama seminggu terakhir, saham DCII mengalami kenaikan sebesar 41,52% dan memberikan kontribusi sebesar 109,59 poin terhadap gerak IHSG.
Posisi kedua dalam daftar saham penggerak IHSG adalah PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA). Saham emiten ini naik 43,9% dalam seminggu dan berkontribusi sebesar 55,24 poin. Diikuti oleh PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu. Saham CDIA melonjak 70,77% dan memberikan kontribusi sebesar 20,98 poin.
Selain itu, saham BRPT juga mencatatkan kenaikan sebesar 9,73% dan berkontribusi sebesar 13,66 poin. Saham ASII masuk dalam daftar top leaders dengan kontribusi sebesar 11,09 poin. Sementara itu, saham PANI milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan menguat 13,07% dan berkontribusi sebesar 7,67 poin.
Emiten migas keluarga Panigoro, AMMN, juga ikut serta dalam penguatan IHSG dengan kenaikan sebesar 2,8% dan kontribusi sebesar 7,05 poin. Saham TLKM berada di posisi ke-8 dengan kenaikan 1,81% dan kontribusi sebesar 5,70 poin. Terakhir, saham TOWR dan UNTR masing-masing menguat 14,78% dan 6,12% sepekan dengan kontribusi sebesar 4,51 poin dan 4,39 poin.
Daftar Top Leaders IHSG Sepekan
Berikut daftar saham penggerak IHSG sepanjang pekan:
- DCII: 109,59 poin
- SMMA: 55,24 poin
- CDIA: 20,98 poin
- BRPT: 13,66 poin
- ASII: 11,09 poin
- PANI: 7,67 poin
- AMMN: 7,05 poin
- TLKM: 5,70 poin
- TOWR: 4,51 poin
- UNTR: 4,39 poin
IHSG Cetak Rekor Tertinggi Tahun Ini
Kenaikan yang signifikan dari saham-saham big caps turut mendorong IHSG untuk mencatatkan rekor tertingginya pada tahun 2025. Pada penutupan pekan ini, indeks komposit berada di level 7.543,50, meningkat sebesar 3,17% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 7.311,91.
Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat sebesar 3,37% menjadi Rp13.519 triliun dari Rp13.079 triliun pada pekan sebelumnya. Data ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan investor di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, jumlah order di BEI pada pekan ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini menandai tingginya partisipasi investor dalam aktivitas pasar modal.
Meskipun rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami penurunan sebesar 3,19% menjadi Rp16,09 triliun, frekuensi transaksi harian justru meningkat sebesar 2,31% menjadi 1,73 juta kali transaksi. Investor asing juga mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp233,39 miliar pada Jumat (26/7/2025), dengan total jual bersih sepanjang 2025 sebesar Rp59,63 triliun.





