Terapkan CEOR, PHR Tambah Produksi 2.800 Barel Minyak

Terapkan CEOR, PHR Tambah Produksi 2.800 Barel Minyak

Penggunaan Teknologi CEOR untuk Meningkatkan Produksi Minyak di Lapangan Minas

Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah menetapkan rencana untuk menerapkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) atau pengurasan minyak tingkat lanjut secara kimiawi pada lapangan minyak mereka di Lapangan Minas Blok Rokan, Provinsi Riau. Target penerapan teknologi ini adalah pada Desember 2025 mendatang. Dengan penerapan teknologi tersebut, PHR memperkirakan produksi minyak di lapangan Minas akan meningkat sekitar 2.800 barel per hari (bph) pada titik maksimum.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menjelaskan bahwa kerja sama dalam penerapan CEOR ini dilakukan dengan dukungan PT Pertamina Lubricants (PTPL). Menurutnya, proses peningkatan produksi minyak melalui CEOR membutuhkan waktu sekitar enam bulan setelah injeksi dilakukan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa potensi peningkatan produksi dari proyek CEOR ini akan terasa pada Juni 2026.

Read More

Senior Petroleum Engineer Chemical PHR, Agus Masduki, mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan dalam menggunakan teknologi CEOR ini bergantung pada skala produksi minyak. Semakin besar skala produksi, maka biaya per barel akan semakin rendah. Dalam perhitungan PHR, biaya penggunaan CEOR sekitar US$ 40 hingga US$ 50 per barel. Jika dibandingkan dengan baseline (tanpa EOR), biaya saat ini sekitar US$ 20 per barel. Meskipun ada peningkatan biaya produksi, Agus menilai hal ini sepadan dengan peningkatan lifting minyak, terutama di lapangan Minas.

Menurutnya, peningkatan biaya produksi juga sejalan dengan peningkatan produksi. Hal ini penting dalam memenuhi kebutuhan energy national security, karena berarti PHR dapat memproduksi sendiri tanpa bergantung pada sumber lain.

Dalam perkembangan selanjutnya, penerapan CEOR diprediksi akan mendorong penambahan produksi minyak hingga full scale sebesar 30.000 sampai 50.000 barel per hari. Mayoritas peningkatan ini berasal dari Lapangan Minas. Proses full scale ini direncanakan terjadi pada tahun 2028.

Apa Itu Enhanced Oil Recovery (EOR)?

Enhanced Oil Recovery (EOR) adalah proses yang digunakan untuk mengekstrak minyak yang tersisa di dalam reservoir yang tidak bisa diproduksikan secara primary dan secondary recovery. Jumlah minyak yang tersisa ini masih sangat besar, sehingga EOR menjadi salah satu metode penting dalam meningkatkan produksi minyak.

Teknologi EOR yang dipilih oleh PHR untuk meningkatkan produksi di Lapangan Minas adalah Chemical EOR atau CEOR. Teknologi ini menggunakan bahan kimia seperti alkali, surfaktan, dan polimer. Dalam proses CEOR, surfaktan dialirkan ke dalam sumur minyak untuk melepaskan sisa-sisa minyak yang terperangkap dalam pori-pori batuan di reservoir.

Surfaktan bekerja dengan menurunkan tegangan antar muka antara minyak bumi dan air, sehingga meningkatkan kemampuan untuk menyerap minyak bumi. Dengan demikian, efisiensi proses produksi minyak menjadi lebih baik dan jumlah minyak yang dapat diekstraksi meningkat.

Manfaat dan Potensi CEOR

Penerapan CEOR tidak hanya memberikan dampak positif terhadap produksi minyak, tetapi juga membantu dalam mempertahankan keberlanjutan operasi di lapangan minyak. Teknologi ini memungkinkan PHR untuk memaksimalkan potensi produksi dari lapangan yang sudah beroperasi lama.

Selain itu, CEOR juga menjadi solusi untuk menghadapi tantangan dalam eksploitasi minyak, terutama ketika kadar minyak yang tersisa semakin sedikit. Dengan teknologi ini, PHR dapat menjaga stabilitas produksi minyak dan memastikan pasokan energi yang cukup untuk kebutuhan nasional.

Kemajuan teknologi seperti CEOR menunjukkan komitmen PHR dalam inovasi dan pengembangan sumber daya alam. Dengan adanya penerapan CEOR, PHR tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai perusahaan energi yang berkompeten dan berkelanjutan.

Related posts