Banyak Penelitian Duplikat, Wamen Stella Justru Anggap Baik, Asal…

Banyak Penelitian Duplikat, Wamen Stella Justru Anggap Baik, Asal…

Ikabari– Masalah duplikasi sering kali menjadi topik yang sensitif di dunia pendidikan. Namun, tampaknya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memiliki perspektif yang berbeda terkait isu ini dalam dunia penelitian.

“Sebenarnya saya bisa mengatakan bahwa mungkin duplikasi itu baik,” katanya dalam konferensi pers Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 hari kedua, di Sabuga, Bandung, Jumat (8/8).

Read More

Tujuan ini adalah untuk pemilihan topik yang sama antara para peneliti. Namun, ia yakin bahwa setiap peneliti memiliki perspektif yang berbeda. Perbedaan ini yang akhirnya menjadikan sains dan penelitian di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, hingga Tiongkok begitu luar biasa dan berkembang pesat di sana.

“Bukan karena satu orang jenius. Tapi sains dibangun oleh banyak orang. Jadi dalam dunia sains, terkadang Anda bekerja sama, terkadang bersaing, persaingan yang bermanfaat,” ujar Profesor Universitas Tsinghua, Tiongkok tersebut.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menekankan bahwa pemerintah, khususnya Kemdiktisaintek, sepenuhnya mendukung inisiatif pembangunan dan pengembangan penelitian di Indonesia. Hal ini ditunjukkan salah satunya dengan peningkatan anggaran penelitian hingga 80 persen dibanding sebelumnya.

Diketahui bahwa Kemdiktisaintek menyediakan dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk pendanaan penelitian pada tahun ini. Jumlah tersebut dialokasikan untuk mendukung penelitian di delapan bidang utama, mulai dari pangan, energi, kecerdasan buatan, pertahanan hingga maritim.

Selain itu, dalam membangun ekosistem penelitian ini, pemerintah juga mendirikan Sekolah Garuda di berbagai wilayah di Indonesia. Sekolah tersebut dibangun guna menyiapkan calon-calon unggulan di bidang sains dan teknologi. Salah satunya dilakukan dengan mengirimkan mereka untuk menempuh pendidikan di universitas ternama yang masuk 100 besar dunia.

Related posts