Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Belum Merata di Pasar Modal

Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Belum Merata di Pasar Modal

Ikabari, JAKARTA — Lima sektor berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi penopang pertumbuhan ekonomi5,12% pada kuartal II/2025. Selanjutnya, apakah pertumbuhan ekonomi ini juga terlihat dipasar modal?

Analis dan Kepala Departemen Pemasaran, Strategi, dan Perencanaan Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan bahwa Kiwoom Sekuritas melihat data pertumbuhan PDB kuartal II/2025 sebesar 5,12%year on yeartidak sepenuhnya mencerminkan keadaan nyata.

Read More

Hal ini terjadi bersamaan dengan penurunan investasi asing. BahkanIHSG outflowmencapai Rp62 triliun sejak awal tahun, kontraksi di sektor manufaktur, serta sedikitnya sentimen yang berkaitan,” kata Audi, Jumat (8/8/2025).

Meski begitu, kata Audi, pihaknya melihat adanya salah satu faktor pendorong pertumbuhan, yaitu ekspor yang naik sebesar 10,67% secara tahunan, yang cenderung dipengaruhi oleh tindakan para eksportir yang mempercepat pengiriman barang karena khawatir akan tarif impor dari Amerika Serikat, dan diperkirakan bersifat sementara.

Di sisi lain, menurutnya, pengeluaran rumah tangga cenderung stabil dengan pertumbuhan sebesar 4,97% per tahun. Hal ini terlihat dari perkembangan kinerja semester I/2025 laba bersih perusahaan konsumer non-cyclical, atau kebutuhan pokok dan IKK yang berada pada tingkat yang optimis.

“Meskipun terdapat momen tertentu di atas, kami tetap mempertahankan pandangan”outlookaspek positif di sektor konsumen non siklikal, perbankan, bahan baku, dan kesehatan pada semester II/2025,” kata Audi.

Pandangan positif ini juga didukung oleh kemungkinan pemangkasansuku bungayang terbuka hingga bulan Desember 2025. Selain pengurangan suku bunga, pandangan optimis juga didukung oleh kemampuan belanja yang tetap stabil, serta pengaruh dari faktor luar seperti politik global, dan kebijakan tarif yang cenderung lebih terbatas.

Selain itu, beberapa saham unggulan yang direkomendasikan oleh Kiwoom Sekuritas untuk paruh kedua tahun ini adalah BBCA dengan rekomendasibuy, dan target harga atautarget price(TP) Rp9.250, BMRI dengan rekomendasibuydan TP Rp6.300, HEAL dengan rekomendasibuydan TP Rp1.560, serta INDF dengan saranbuydan TP Rp9.400 per saham.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2025 lebih tinggi dari perkiraan para ekonom dan analis sebelumnya.

Berdasarkan prediksi dari 30 ekonom dan lembaga yang dikumpulkan oleh Bloomberg, rata tengah pertumbuhan PDB pada kuartal kedua tahun 2025 adalah 4,8% (YoY). Prediksi tertinggi mencapai pertumbuhan hingga 5% sedangkan terendahnya sebesar 4,6%.

Lima bidang dianggap sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, antara lain sektor manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

_______

DisclaimerBerita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Ikabaritidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.

Related posts