IKABARI– Siapa yang menyukai makan roti panggang atau sosis panggang? Atau, apakah kalian memiliki kebiasaan makan steak setiap minggu? Ditambah lagi, jika ada bagian yang gosong saat dimakan, rasanya justru dinilai lebih lezat dan lebih gurih.
Tetapi apakah kamu tahu, keyakinan bahwa makanan yang gosong dapat menyebabkan kanker. Apakah itu mitos atau fakta? Mari kita temukan fakta sebenarnya.
Makanan yang Terbakar dan Bahaya Kanker
Berdasarkan GWS Medika, makanan yang terbakar termasuk dalam kategori karsinogen, yaitu bahan yang berisiko menyebabkan kanker.
Saat makanan diproses dengan suhu tinggi seperti digoreng, dipanggang, atau diasap, terbentuklah senyawa kimia yang disebut akrilamida.
Senyawa ini terbentuk melalui reaksi alami antara asam amino asparagin dan berbagai karbohidrat, seperti yang ditemukan pada roti, kentang, biskuit, keripik, kue, dan sereal.
Di dalam daging, proses memasak menggunakan suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa karsinogen lainnya, seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
HCA terbentuk melalui reaksi antar molekul, seperti asam amino dan gula, ketika daging diproses dengan suhu tinggi. Sementara itu, PAH terbentuk dari lemak dan cairan daging yang menetes ke api. PAH juga dapat ditemukan dalam asap rokok maupun knalpot kendaraan.
Seberapa Besar Risikonya?
Faktanya, akrilamida dan senyawa karsinogenik lainnya terbentuk selama proses memasak dan tidak ditemukan secara alami dalam makanan, menurut GWS Medika.
Misalnya, roti yang dipanggang hingga berwarna cokelat keemasan mengandung kadar akrilamida yang lebih rendah dibandingkan dengan roti yang dipanggang hingga berwarna cokelat gelap atau gosong.
Memasak makanan dalam waktu yang terlalu lama dapat menghasilkan zat beracun yang merugikan kesehatan. Namun, hingga saat ini, penelitian mengenai hubungan langsung antara akrilamida dengan kanker pada manusia masih sangat terbatas.
Meskipun demikian, RS Pusat Pertamina menyatakan bahwa makanan yang dimasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa beracun.
Beberapa studi juga menemukan keterkaitan antara mengonsumsi makanan yang gosong dengan peningkatan risiko kanker tertentu, meskipun diperlukan bukti tambahan.
Tips Mengurangi Bahaya Akibat Makanan Terbakar
Bukan berarti kamu perlu berhenti sama sekali mengonsumsi roti panggang, sosis panggang, atau steak. Namun, lebih baik mulai memilih dan memproses makanan dengan lebih bijak.
Beberapa saran yang dapat dilakukan, dikutip dari RS Pusat Pertamina adalah:
• Batasi pengambilan makanan yang terlalu matang.
• Masak dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.
• Makanan lebih sering dikembalikan saat dimasak.
• Buang bagian makanan yang berwarna hitam atau terbakar.
• Pilih cara memasak yang lebih baik untuk kesehatan, seperti mengukus, merebus, atau menggoreng dengan sedikit minyak.
Harap diingat, mengonsumsi makanan yang terbakar sesekali tidak secara langsung menyebabkan kanker. Risiko terkena kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, kebiasaan hidup, riwayat keluarga, serta lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kuncinya terletak pada keseimbangan dan metode memasak yang lebih baik.






