Biaya Sekolah Naik 15%, Obligasi Jadi Solusi Tepat

Biaya Sekolah Naik 15%, Obligasi Jadi Solusi Tepat

SEPUTAR CIBUBUR– Pengeluaran untuk pendidikan anak yang terus meningkat setiap tahun menjadi salah satu tantangan finansial utama bagi kebanyakan orang tua. Dengan kenaikan biaya sekitar 10-15% per tahun, diperlukan perencanaan yang matang agar dana pendidikan anak dapat tercapai sesuai target.

Dalam usaha menemukan solusi kreatif dalam pendanaan pendidikan, inovasi ini patut dipertimbangkan, yaitu dengan berinvestasi untuk masa depan pendidikan anak melalui instrumen obligasi. Pendekatan ini memberikan cara yang berbeda dan bisa sangat menguntungkan bagi para orang tua yang ingin mempersiapkan biaya pendidikan anak mereka lebih awal.

Read More

Saham, yang sering dianggap sebagai bentuk investasi yang lebih aman, kini menunjukkan sisi yang sangat menarik. Dibandingkan dengan jenis investasi lain yang sudah umum seperti dana pasar uang, saham menawarkan kestabilan dan penghasilan tetap, menjadikannya pilihan yang cocok untuk tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan.

Dalam situasi biaya pendidikan yang terus meningkat, obligasi memberikan kombinasi antara ketenangan, jaminan pengembalian, dan perlindungan modal. Pendekatan ini bukan hanya metode investasi biasa, melainkan strategi bijak untuk menjaga masa depan anak dari ancaman ketidakstabilan ekonomi,” ujar Kepala IPOT Fund & Bond, Dody Mardiansyah, dalam pernyataannya, Jumat, 12 September 2025.

Mengapa Surat Utang Cocok Digunakan untuk Dana Pendidikan?

Dody menjelaskan bahwa obligasi adalah surat utang yang menawarkan beberapa keunggulan, sehingga cocok untuk tujuan jangka panjang. Terdapat 4 alasan mengapa berinvestasi dalam obligasi sesuai digunakan untuk dana pendidikan anak.

Pertama, imbal hasil yang stabil dan terukur. Dibandingkan dengan instrumen lainnya, obligasi menawarkan bunga tetap yang dibayarkan secara berkala. Hal ini memungkinkan orang tua untuk memperkirakan kemungkinan keuntungan dan merencanakan tujuan keuangan dengan lebih tepat.

Kedua, risiko yang relatif rendah. Terutama pada surat utang pemerintah yang dijamin oleh negara, tingkat risikonya sangat kecil. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang aman, bahkan untuk para investor pemula. Di sisi lain, surat utang perusahaan juga memiliki risiko yang lebih besar.

Ketiga, pilihan jatuh tempo beragam. Surat utang menawarkan masa tenggang yang berbeda-beda, mulai dari beberapa bulan hingga puluhan tahun. Hal ini memudahkan para orang tua untuk menyesuaikan investasi dengan waktu dana pendidikan yang dibutuhkan, baik untuk jenjang TK, SD, SMP, maupun perguruan tinggi.

Keempat, alat diversifikasi portofolio. Kinerjanya yang cenderung stabil, terutama ketika pasar saham sedang tidak menentu, menjadikan obligasi sangat sesuai untuk mengembangkan keragaman portofolio.

Pendekatan Investasi Surat Utang yang Efisien

Dody menyarankan agar investasi obligasi dapat mencapai hasil terbaik, berikut beberapa strategi yang bisa digunakan:

Pertama, tentukan periode waktu dan target dana. Hitung perkiraan biaya pendidikan di masa depan serta kapan dana tersebut diperlukan. Hal ini akan membantu Anda memilih produk obligasi dengan jangka waktu yang sesuai.

Kedua, investasi yang konsisten dan bertahap. Mulailah berinvestasi sejak dini dengan jumlah yang terjangkau. Dampak bunga majemuk (compounding) akan bekerja secara optimal seiring berjalannya waktu dan konsistensi.

Ketiga, diversifikasi jenis surat utang. Gabungkan surat utang pemerintah dan surat utang perusahaan untuk mencapai pengembalian optimal tanpa mengambil risiko yang berlebihan. IPOT Bond, tempat perdagangan surat utang pemerintah dan perusahaan dengan harga lebih murah dibandingkan pihak lain, yieldlebih tinggi, transaksi lebih cepat, dan dapat dilakukan kapan saja.

Keempat, investasikan kembali tiket. Manfaatkan keuntungan dari tiket obligasi untuk diinvestasikan kembali. Strategi ini akan mempercepat perkembangan aset Anda.

Strategi investasi ini sangat sesuai bagi para orang tua yang memiliki jangka waktu investasi yang cukup lama, sebaiknya 5-10 tahun atau lebih, dan yang lebih mengutamakan keamanan dana daripada potensi keuntungan yang besar. Strategi ini merupakan pendekatan bijak dan terencana untuk memastikan bahwa biaya pendidikan anak tidak menjadi beban keuangan di masa depan.

Menurut Dody, pendekatan ini mungkin terdengar aneh, namun dalam situasi ketidakpastian ekonomi, tindakan yang terencana dan hati-hati sering kali menjadi pilihan terbaik. Ia menyarankan para orang tua untuk mulai mempertimbangkan instrumen investasi ini sebagai bagian dari rencana pengelolaan dana pendidikan anak mereka.

Kami mengajak para orang tua untuk melihat obligasi bukan hanya sebagai produk investasi, tetapi sebagai alat strategis dalam mempersiapkan generasi berikutnya. Dengan disiplin dan perencanaan yang matang sejak awal, obligasi bisa menjadi ‘maraton finansial’ yang membantu keluarga mencapai tujuan pendidikan tanpa merasa terbebani,” tambahnya. (*)

Related posts