Desa Terpencil NTT yang Menggemparkan: Tujuh Rumah Adat di Ketinggian 1.200 Meter!

Desa Terpencil NTT yang Menggemparkan: Tujuh Rumah Adat di Ketinggian 1.200 Meter!

OKE FLORES.COM –Di puncak bukit hijau Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, terdapat sebuah desa kecil yang menarik perhatian dunia.

Desa ini memiliki nama yang dikenalWae Rebo, sebuah kampung tradisional di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, yang kini disebut sebagaiDesa di Atas Awan.

Read More

Keistimewaan Wae Rebo tidak hanya terletak pada keindahan alam yang dikelilingi oleh pegunungan dan kabut pagi, tetapi juga pada warisan budaya yang masih terjaga hingga saat ini.

Desa ini hanya dihuni olehtujuh rumah adat tradisional yang disebut Mbaru Niang, dan kehadirannya telah diakui oleh UNESCO sebagaiWarisan Budaya Dunia.

7 Rumah Tradisional Kerucut yang Terkenal

Rumah adat Mbaru Niang berbentuk kerucut, menara tinggi hingga mencapai ketinggian 15 meter. Setiap rumah memilikilima tingkat, dengan fungsi berbeda:

  • Tingkat pertama: tempat tinggal keluarga.

  • Tingkat kedua: gudang makanan.

  • Tingkat ketiga: penyimpanan benih tanaman.

  • Tingkat keempat: persediaan makanan cadangan.

  • Tingkat kelimaruang khusus untuk persembahan berupa sesajen.

Meskipun jumlah rumahnya hanya tujuh, arsitektur dan pengaturan rumah-rumah ini menghadirkan pemandangan yang indah, seolah sebuah karya seni di tengah alam yang masih alami dan jarang terjamah oleh modernisasi.

Warisan Budaya yang Berusia Ribuan Tahun

Wae Rebo bukan hanya sebuah desa, tetapi merupakan simbolkeseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.

Kebiasaan dan desain bangunan rumah tradisional ini telah dipertahankan lebih dari1.200 tahun, diturunkan dari generasi ke generasi hingga mencapai generasi ke-20.

Masyarakat desa masih memegang erat adat dan kebiasaan nenek moyang, mulai dari upacara adat, metode bertani, hingga struktur sosial yang mengutamakan kerja sama dan saling membantu.

Perjalanan Menuju Kampung di Atas Awan

Untuk sampai ke Wae Rebo, pengunjung perlu melakukan perjalanan melewati jalur setapak selama4–5 jam pendakian.

Lokasinya yang jauh dari keramaian malah menambah daya tarik desa ini, karena keaslian tetap terjaga dari pengaruh perkembangan modern.

Saat tiba di puncak, pengunjung akan disambut oleh kabut halus yang mengelilingi rumah-rumah kerucut Mbaru Niang, menciptakan suasana ajaib seolah-olah benar-benar berada di atas awan.

Pesona yang Mendunia

Kini, Desa Wae Rebo bukan hanya menjadi kebanggaan NTT, tetapi jugaikon pariwisata Indonesia yang dikenal dunia.

Pengakuan yang diberikan oleh UNESCO menjadikan desa ini sebagai bukti nyata bagaimana kearifan lokal, budaya, dan alam mampu berdampingan secara harmonis.

Wae Rebo merupakan contoh bahwa sebuah kelompok kecil yang hanya terdiri dari tujuh rumah saja mampu menciptakan dampak besar di dunia.

Sebuah harta karun tersembunyi di NTT, yang membuat siapa saja yang datang merasa kembali ke akar kehidupan yang sederhana namun penuh makna.***

Related posts