Impian Sekjen Ariksa Aryo Djojohadikusumo Setelah Peluncuran Nusantara 5 ke Orbit

Impian Sekjen Ariksa Aryo Djojohadikusumo Setelah Peluncuran Nusantara 5 ke Orbit

IKABARI, JAKARTA – Asosiasi Antariksa Indonesia (Ariksa) mengatakan peluncuran Satelit Nusantara 5 menjadi awal baru bagi pelaku bisnis dalam mendorong kemandirian luar angkasa di Tanah Air.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ariksa Aryo PS Djojohadikusumo yang hadir dalam peluncuran Satelit Nusantara 5 menyebut PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sebagai perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki pengusaha lokal. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian di bidang luar angkasa bukan hanya menjadi wewenang badan usaha milik negara (BUMN) dan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat.

Read More

“Indonesia sebagai negara dengan wilayah terluas di kawasan khatulistiwa, yang memiliki hak kedaulatan terbesar di khatulistiwa perlu berada di luar angkasa. Hari ini kita bangga karena menambah satu armada satelit Indonesia. Masa depannya akan terus bertambah dan tidak hanya diluncurkan dari luar negeri, tetapi juga dari Tanah Air,” ujar Arto dari Florida, Amerika Serikat, Kamis (11/9/2025) waktu setempat atau Jumat (12/9/2025) pagi di Tanah Air.

Aryo menyatakan dengan pencapaian terbaru ini, Ariksa akan berjuang agar hadirnya kawasan bandar udara luar angkasa di Indonesia ke depannya. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat mengembangkan Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida sebagai wilayah ekosistem ruang angkasa. Banyak perusahaan swasta yang bersaing memperluas batas langit seperti Blue Origin milik Jeff Bezos hingga SpaceX milik Elon Musk memiliki kantor pengembangan di kawasan tersebut.

Ia menekankan bahwa kehadiran kawasan bandara antariksa tidak hanya meningkatkan perekonomian Indonesia, tetapi juga akan menjadi sumber semangat dan motivasi bagi generasi muda Tanah Air dalam meraih impian untuk menembus ruang angkasa.

Satelit Nusantara 5 milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) berhasil mencapai orbitnya./Istimewa-PSN.

Adi Rahman Adiwoso, CEO PSN sekaligus Ketua Umum Ariksa, menyatakan bahwa kemampuan dalam menguasai orbit merupakan keharusan. Ia menyoroti kutipan dari film dokumenter Wild Wild Space (2024) yang sangat sesuai dengan perkembangan dunia luar angkasa.

Siapa pun yang menguasai ruang angkasa, mungkin saja menguasai masa depan umat manusia.(Barangsiapa yang menguasai teknologi luar angkasa, kemungkinan besar akan memegang kendali masa depan umat manusia),”kata Adi dalam pernyataan terpisah.

Berdasarkan pendapat tokoh berpengalaman di bidang luar angkasa sejak masa sebelum Satelit Palapa 1 atau sejak tahun 1974, Indonesia perlu menjaga kemandirian dalam menguasai langitnya sepanjang garis ekuator. Kesempatan munculnya bandar udara luar angkasa di Biak, Papua, dinilai sangat menjanjikan dari segi bisnis.

Adi memberikan contoh, posisi Biak yang sangat dekat dengan orbit ekuator memungkinkan peningkatan yang signifikan. Tanpa perlu investasi baru, roket India yang hanya mampu membawa beban 600 kilogram bisa ditingkatkan hingga 900 kilogram. Ia menyebutkan, secara kasar, biaya untuk mengirimkan satu kilogram barang ke luar angkasa sekitar US$12.000. Dengan demikian, terdapat penghematan tambahan hingga US$3,6 juta setiap kali peluncuran.

“Saya tidak perlu memperbaiki alat [roketnya]. Ini mengurangi biaya secara signifikan. Belum lagi dari penghematan bahan bakar,” ujar Adi.

Ia menambahkan, dengan asumsi pengembangan bandar udara antariksa di Biak senilai US$50 juta, hanya diperlukan 15 kali peluncuran untuk mengembalikan modal investasi. Sementara itu, sepanjang ekuator, diperlukan 50 hingga 70 satelit yang beroperasi secara terus-menerus. Wilayah ini juga dihuni oleh 12% penduduk bumi atau sekitar 1 miliar orang.

“Itu warisan [bandara luar angkasa] akan memberikan Indonesia kemampuan yang sangat strategis,” katanya.

Related posts